Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pengamen di Padang Diciduk Polisi


Jumat,14 Juli 2017 - 17:58:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pengamen di Padang Diciduk Polisi Tersangka pengamen yang diamankan polisi diduga sebagai pelaku cabul, IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen diamankan oleh Polresta Padang karena diduga melakukan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Pria berinisial R (19), warga jalan Bandar Buat nomor 40 RT 03 RW 03 Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan ini ditangkap oleh tim opsnal reskrim Polresta Padang yang dipimpin Ipda Wilmar Sianturi di lampu merah simpang bypass Lubuk Begalung.

Yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang perempuan dibawah umur, sebut saja namanya Anggrek (16).

 "Pelaku ini melakukan aksinya tersebut di sebuah tempat pembuatan hollow brick yang berada tidak jauh dari kediaman pelaku. Mereka ini masih satu tempat tinggal dan sudah saling mengenal korban," terang Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Daeng Rahman, Jumat (14/7).

Informasi yang berhasil dihimpun Haluan, pelaku diketahui telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepada korban hingga akhirnya tetangga pelaku dan korban curiga dengan seringnya korban mampir ke rumah korban disaat situasi tempat tinggal kedua orang ini sepi dan membawanya pergi

Tak dinyana, beberapa warga yang mengetahui tindakan mencurigakan tersebut kemudian melaporkan kepada orang tua korban perihal dugaan pelecehan seksual tersebut. Tidak terima dengan pernyataan mengejutkan tersebut, orang tua korban pun akhirnya melaporkan tindakan pelaku ke Mapolsek Koto Tangah pada 20 Juni 2017 lalu dengan nomor laporan : LP/1252/K/VI/SPKT Unit II tanggal 20 Juni 2017.

"Saat ini kami sudah mengetahui hasil visum bahwa pelaku memang telah melakukan pelecehan secara seksual kepada anak dibawah umur," tutur mantan Kapolsek Pauh ini.

Saat ini pelaku sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, jika terbukti nantinya, pelaku terancam akan dijerat dengan pasal 76 E junto 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak, dan pasal 81 ayat 2 junto 76 e junto 82 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

"Peran orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dimulai dari bentuk perhatian, pengawasan, dan kontrol kepada anak. Anak harus berani mengatakan tidak ketika menerima ajakan orang lain. Itu harus ditanamkan sejak dini, terlebih kepada orang yang tidak dikenal," himbaunya.

Sementara itu, pelaku mengakui melakukan hal tersebut lantaran tidak tahan lagi menahan hawa nafsunya setelah ditinggal mati oleh sang istri sejak empat bulan belakangan.

"Saya tidak tahan lagi menahan nafsu Pak hingga akhirnya melakukan hal tersebut kepada Anggrek," ungkap pria tersebut.(h/mg-adl)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM