Bhenz Maharajo Pimpin IWO Sumbar


Sabtu,15 Juli 2017 - 20:14:32 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bhenz Maharajo Pimpin IWO Sumbar Bhenz Maharajo saat menjadi orator dalam aksi unjuk rasa menolak intimidasi terhadap kebebasan pers.

PADANG, HALUAN – Pelaksana Tugas Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Haluan, Bhenz Maharajo terpilih secara aklamasi memimpin Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar. Ke depan, IWO Sumbar akan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan serta memperjuangkan hak-hak wartawan online.

Ikatan Wartawan Online (IWO) merupakan organisasi profesi yang menaungi wartawan dan pemilik media online di Indonesia. IWO didirikan oleh sejumlah wartawan senior di Kebon Sirih, Jakarta, 8 Agustus 2012. Dalam perjalanannya, IWO tak sekadar pelindung kebebasan pers, tapi juga tameng melawan kabar hoaks.

Usai terpilih, Bhenz Maharajo yang juga editor HarianHaluan.com berjanji akan segera melakukan konsolidasi. “Ini amanah. Ke depannya, IWO Sumbar akan melakukan konsolidasi. Baik secara internal, atau pihak-pihak yang dalam keseharian, bersentuhan langsung dengan jurnalis,” terang Bhenz, Sabtu (15/7).

IWO Sumbar kelak akan menjadi pagar hidup menjaga kredibelitas media sibert. Memastikan, pers sebagai pilar keempat di negara ini tetap kokoh berdiri. Agar tidak digerogoti, baik oleh pers itu sendiri, atau pihak-pihak luar.

Dijelaskan Bhenz, keberadaan IWO Sumbar nantinya tak sekadar menaungi wartawan yang tergabung secara kelembagaan, namun menaungi seluruh wartawan online. Termasuk memberikan bantuan hukum terhadap wartawan online yang diintimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik sesuai amanat UU Pers. Hal itu dilakukan mengingat semakin tingginya angka kasus kekerasan terhadap pers dewasa ini. “Tugas IWO adalah rumah bagi wartawan yang diintimidasi, baik secara verbal atau fisik saat menjalankan rutinitas. IWO bukan hanya memikirkan nasib anggotanya, tapi seluruh wartawan online,” papar Bhenz, yang memang dikenal vokal menentang segala bentuk intimidasi terhadap pers.

Upah layak terhadap pekerja media juga menjadi sorotan IWO Sumbar. Saat ini, kebanyakan, wartawan online tidak digaji dengan layak oleh perusahaan pers. Bahkan, ada yang sama sekali tak digaji, dan dedikasinya cuma dihitung lewat fee iklan yang didapat. Menurut Bhenz, hal itu menciderai nawacita menuju pers sejahtera dan independen. “Memperjuangkan hak-hak pekerja media online adalah suatu kewajiban bagi IWO. Kita mengimbau pemilik media memberikan upah layak kepada wartawannya. Nanti, setiap pemilik atau manajemen media akan disurati,” tutur Bhenz. Selain itu, IWO juga mendorong pekerja media online untuk mendirikan serikat pekerja, yang nantinya menjadi corong perjuangan bagi pekerja media. (rel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM