HARAPAN KELUARGA MAHASISWA ASAL MINANG

“Polisi Mesir, Mohon Lepaskan Anak Kami”


Jumat,11 Agustus 2017 - 11:28:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
“Polisi Mesir, Mohon Lepaskan Anak Kami” Kedua orang tua mahasiswa yang ditahan di mesir memperagakan photo anak mereka.

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Cemas dan gelisah begitu suasana hati yang tengah dialami kedua orangtua mahasiswa asal Limapuluh Kota yang ditahan oleh polisi Mesir. Kecemasan itulah yang membuat pihak keluarga mendatangi Kantor Bupati Limapuluh Kota untuk mencari tahu informasi terkait nasib anak mereka.

Murhanis (57) ibu dari Nurul Islami dan Murtalinda (47) ibu dari Muhammad Hadi bertemu dengan Plt Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, lebih banyak diam. Dia cemas.

"Kami belum tahu, bagaimana nasib anak kami saat ini," terang Muharnis dan Murtalinda, Kamis (10/8) siang.

Murhanis, ibu kandung dari Nurul Islami menceritan, terakhir kali komunikasi dengan Nurul pada akhir Juli lalu. "Ketika itu kami sempat teleponan. Nurul bilang sudah pindah kos ke Kairo, jarak hampir 100 kilometer dari kos yang lama," ucap Murhalis.

Katanya, komunikasi tersebut tidak berlangsung lama, cuma beberapa menit. Awalnya pegawai MTsN Situjuah Batua tersebut baru mengetahui Nurul ditangkap polisi Kairo pada Rabu (9/8) malam. "Ada mahasiswa yang datang ke rumah, menyampaikan Nurul ditangkap polisi di Mesir," ujar Murhalis.

Nurul Islami merupakan anak ketiga dari lima saudara. Usai tamat dari MAN 2 Payakumbuh, gadis yang akrab disapa Nuis itu mendapatkan beasiswa prestasi dari Kuit untuk berkuliah di Al-Azhar di Kairo. Nuis berangkat ke Mesir pada 31 September 2013 lalu, di Al-Azhar, Nuis mengambil Jurusan Syariah Islam.

“6 Mei lalu, Nurul sempat pulang kampung, tapi tidak lama. Cuma 34 jam di rumah dan kembali lagi ke Mesir," terang Murhalis.

Sementara Murdalinda, ibu dari Muhammad Hadi mengatakan terakhir kali berkomunikasi dengan putranya tersebut pada 31 Juli lalu. Tetapi komunikasi melalui telepon selular tersebut terjalin kurang bagus. "Suara Hadi saat itu kurang jelas. Hadi mengatakan akan nelepon lagi. Tapi setelah ditunggu sekian lama akhirnya tidak jadi," katanya.

Keluarga Hadi yang tinggal di Kelurahan Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh tersebut berupaya menghubungi anak kedua dari tiga  saudara itu. Tapi malahan nomor ponsel Hadi mati dan tidak aktif lagi.

"Itu komunikasi terakhir dengan Hadi, 31 Juli lalu. Sejak itu, kami mulai cemas dengan kondisi Hadi di Mesir," terang penjual es tersebut.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM