Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo


Jumat,11 Agustus 2017 - 17:49:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Keresahan akan keberadaan organisasi bernama United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) melebar ke sejumlah daerah di Sumbar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Mandiri sampai mengeluarkan pernyataan sikap terkait keberadaan organisasi yang mengklaim di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu. Polda Sumbar bahkan juga sampai melakukan pemantauan. Apa UN Swissindo?

Dalam sejumlah literatur, UN Swissindo menyebut punya program pembagian warisan peninggalan mantan Presiden Soekarno. Tak tanggung-tanggung, uang yang dijanjikan sebesar Rp15 juta per orang setelah memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan. Sudah banyak yang bergabung dengan organisasi yang katanya punya misi pengambilan kembali aset Indonesia yang tersimpan di Bank Swiss. Pengambilan uang itu, katanya  bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Anggota Organisasinya melakukan aktifitas secara terang-terangan. Tak hanya pertemuan di dalam ruangan melainkan sudah melakukan berbagai kegiatan di tempat umum.

Dengan cara door to door, tenaga marketing lembaga tersebut mendatangi rumah warga, khususnya di permukiman padat penduduk. Agen-agen pemasaran lembaga ini cirinya mudah dikenali. Berpakaian serba hitam dengan simbol tertempel di lengan dan dada, serta membawa sejumlah brosur. Praktik ini sudah meluas di sejumlah kabupaten/kota. Mulai dari Padang, Pessel, Pasaman, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota dan sejumlah daerah lainnya.

Syarat untuk mendapatkan harta warisan Soekarno ini pun mudah. Warga hanya mengisi formulir yang tersedia, kemudian menempelkan pas foto berwarna berukuran 3 X 4 dan kabarnya juga menyerahkan uang administrasi. Setelah mendaftar, warga yang setuju mengikuti program itu dijanjikan pencairan dana warisan pada bulan Agustus 2017. Tak sedikit warga tertarik bergabung dalam program yang ditawarkan. Namun ada pula yang menganggap bahwa itu adalah modus penipuan belaka.

OJK jauh-jauh hari menyatakan UN Swissinddo adalah lembaga ilegal. Pasalnya UN Swissindo telah melakukan kegiatan jasa keuangan tanpa izin otoritas keuangan manapun. UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan cara menerbitkan surat jaminan atau pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan dan mengatas namakan Presiden dan negara Republik Indonesia. Masyarakat diminta waspada.

UN Swissindo beroperasi dengan modus mencari kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara (SBN). Kemudian UN Swissindo meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota dan meminta korban mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung. “OJK dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) menyatakan, kegiatan penawaran perjanjian pelunasan kredit yang dilakukan oleh UN Swissindo adalah kegiatan yang ilegal karena tidak berijin dari otoritas keuangan manapun,” terang Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing dalam relisnya yang diterima Haluan.

OJK berharap masyarakat tidak tergiur mengikuti penawarannya karena kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo melanggar hukum karena dianggap tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,09 Juni 2015 - 19:56:58 WIB

    BI Waspadai Potensi Currency War

    JAKARTA, HALUAN—Bank Indonesia akan me­was­padai potensi terjadinya perang mata uang atau cur­rency war yang mungkin terjadi sebagai dampak dari rencana penyesuaian suku bunga acuan Bank Sent.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM