Kasihan! Anak Ini Sengaja Diikat Ibunya di Depan Eks Kantor Balai Kota Padang


Senin, 21 Agustus 2017 - 17:16:35 WIB
Kasihan! Anak Ini Sengaja Diikat Ibunya di Depan Eks Kantor Balai Kota Padang Seorang anak sengaja diikat oleh ibunya di depan pagar eks kantor Balai Kota Padang, Minggu (21/8). Foto Khudri Muhammad

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang akan memanggil kembali orangtua yang sengaja mengikat anaknya dengan seutas tali di pagar bekas kantor Balai Kota Padang. Sebelumnya Dinsos pun telah memanggil orangtua tersebut akibat melakukan hal yang sama.

Peristiwa anak yang diikat tersebut sempat menjadi perbincangan di dunia maya.Akun Facebook bernama Khudri Muhammad mengunggah sebuah foto seorang anak yang sedang diikat kakinya.

Anak tersebut diikat dengan seutas tali di depan kantor Balaikota Padang yang lama. Ia berharap agar Dinsos Kota Padang segera mengambil tindakan atas pengikatan anak tersebut.

“Seorang anak diikatkan dengan seutas tali ke sebuah tiang di depan Balaikota Padang, depan Taman Hiburan Imam Bonjol. Orang berlalu lalang diantaranya hanya mungkin bilang “onde”. Ketika saya ambil potonya, ada seorang perempuan berteriak,hoi hoi poto-poto manga ko. Untuk apa anak itu diikat saya tidak mengetahui, tapi sianak seperti mengalami keterbelakangan mental. Saya pikir Dinas Sosial Kota Padang bisa ambil tindakan,” ujarnya di status akun facebooknya tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dewi Ria mengatakan, pada Jumat (18/8) lalu ia bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Polresta telah mendiskusikan terhadap persoalan ini.

“Jumat lalu, kami juga telah mendiskusikan hal ini bersama dengan Polresta, karena disebelahnya ada Polresta,”ujar Dewi kepada Haluan.

Diceritakan oleh Dewi, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang terjadi. Sebelumnya, sewaktu Dewi masih di Dinas Pemberdayaan Perempuan juga menghadapi persoalan yang sama. Masih dengan orang yang sama dengan kejadian sekitar dua tahun yang lalu tersebut.

“Masih orang yang sama yang melakukan hal ini. Jadi waktu dulu diikat di depan Balai Kota Lama sama seperti sekarang tetapi di depan pot bunga besar, kebetulan pak wali masih berkantor disana. Sekitar dua tahun yang lalu. Waktu itu, Dinas Pemberdayan Perempuan sudah memperingatkan, agar si anak dimasukan kedalam panti, tetapi si ibu menolak,”kata Dewi.

Dilanjutkan Dewi, alasan si ibu menolak anaknya agar tidak dimasukkan kedalam panti karena masih sayang pada anaknya. Si ibu yang merupakan pedagang asongan dari angkot ke angkot yang rutenya melewati tempat si anak diikat. Sehingga, setiap waktu ia tetap bisa melihat anaknya saat berjualan.

Dewi menyebutkan, anak yang diikat adalah penderita autis, sehingga apabila dilepas maka akan mengganggu orang lain. Dahulunya, pedagang yang berjualan sayur di Jalan Sandang Pangan daganganya diacak oleh sang anak saat dilepas. Selain itu, apabila dilepas sang anak bisa menghilang selama dua hari.

“Dengan alasan tersebut, karena sang ibu berjualan maka si anak diikat didepan balaikota. Kenapa didepan Balaikota? Karena si ibu naik angkot dan turun angkot untuk berjualan tepat didepan balaikota. Jadi alasannya, bukan karena tidak sayang dengan anaknya hanya karena alasan keamanan,”tuturnya.

Ditambahkan Dewi, saat in pihak Dinsos akan kembali mencoba untuk mendekati si ibu. Apakah anaknya tersebut bisa diasuh oleh orang lain dirumah, atau kalau tidak sanggup maka akan dimasukkan kedalam panti asuhan penyandang autis.

“Itu solusi yang akan kita tawarkan kepada si ibu. Jadi kita kasih si ibu sekarang waktu untuk berpikir, jalan mana yang akan diambil. Dahulu juga sudah ditawarkan agar si anak dimasukan kedalam panti, tetapi si ibu bersikeras tidak mau karena masih sayang dengan anak dan tidak mau berpisah. Sehingga solusinya pada waktu itu, si ibu bersedia memindahkan anaknya ketempat yang lain, dan mencarikan solusi siapa yang akan mengasuh si anak,”ucap Dewi.

 

Sewaktu itu, Dewi pun sudah mengingatkan agar si ibu tidak lagi mengikat anaknya ditempat tersebut. Apabila masih diikat di depan Balaikota maka akan segera dimasukkan kedalam panti asuhan. Nah, waktu itu memang sudah tidak ada lagi, dan baru muncul kembali belakangan ini.

“Kami janji Senin (21/8) ini akan kembali memanggil sang ibu kenapa melakukan hal yang sama,”katanya. (h/mg-mel)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM