Pesan CEO Harian Haluan, H Basrizal Koto

69 Tahun Haluan, Jaga Fungsi Ideal Pers


Senin,02 Oktober 2017 - 02:32:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi
69 Tahun Haluan, Jaga Fungsi Ideal Pers Tim kerja Harian Haluan larut dalam kebersamaan usai pemotongan kue HUT. (HUDA PUTRA)

SYUKUR dan terima kasih. Dua kata ini selalu kami ungkapkan, manakala Haluan memasuki tanggal 1 Oktober.  Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kemarin, surat kabar yang tengah Anda baca ini pun merayakan ulang tahunnya yang ke-69. 

Kepada Allah SWT, kami bersyukur, koran bersejarah ini masih eksis dan setia mengiringi perjalanan masyarakat di daerah ini. Di tengah kepungan media sosial dan online yang luar biasa belakangan ini, Haluan tetap terbit dan bahkan bergerak maju, sejak dikelola di bawah manajemen Basko Group, tujuh tahun terakhir. 

Kami percaya, selain kerja keras dan kesungguhan para wartawan dan karyawan Haluan membenahi koran ini, kontribusi masyarakat, pembaca, mitra dan pemangku kepentingan di daerah ini, tentu sangatlah besar. Sehebat apapun awak Haluan mengelola media ini, jika tidak mendapat kepercayaan dan dukungan publik, tidak akan ada artinya sama sekali.

Untuk semua kepercayaan dan dukungan masyarakat, mitra dan relasi itulah, pada momentum ulang tahun ke-69 ini, kami  secara tulus menyampaikan ucapan terima kasih. Terima kasih pula kepada seluruh wartawan dan karyawan Haluan yang telah bekerja dan berkarya dengan penuh cinta di surat kabar kebanggaan kita ini.  

Di atas semua itu, kami meyakini, eksistensi dan kemajuan yang diraih Haluan sampai hari ini, adalah berkah dan rahmat dari Allah SWT. Tidak ada kata yang pantas diucapkan, selain  syukur, Alhamdulillah.

Sama seperti yang dirasakan para pengelola media cetak lainnya, tiga-empat tahun terakhir adalah saat-saat yang berat untuk perjalanan sebuah institusi yang bernama surat kabar. Gempuran media digital dan melambatnya perekonomian nasional dan global, langsung atau pun tidak, telah mempengaruhi kehidupan surat kabar. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2017 sebesar 5,01 persen, sama seperti kuartal pertama 2017. Dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2016 yang sebesar 5,18 persen, angka kuartal kedua 2017 ini, melambat. 

Perlambatan ekonomi Indonesia dipicu kondisi global yang masih belum kondusif plus situasi internal dalam negeri yang masih labil. Akibatnya, daerah terkena imbasnya. Anggaran dipotong. Kucuran dana di sejumlah pos, ditunda. Roda pembangunan pun, tersendat-sendat.

Hampir semua sektor merasakan betapa beratnya kondisi ekonomi belakangan. Salah satunya adalah industri pers, khususnya surat kabar. Situasi ekonomi yang tidak menentu ditambah loncatan teknologi digital yang kian dahsyat, membuat perusahaan media cetak makin tertekan.

Tekanan terhadap perusahaan surat kabar, tidak hanya dirasakan pers daerah, tapi juga melanda media nasional. Dampaknya, tidak hanya sekadar seretnya usaha pers, bahkan ada di antara perusahaan media cetak itu, terpaksa tidak bisa terbit alias tutup.

Kepada pimpinan Haluan, saya pernah menyampaikan, bertahan saja teman-teman dalam kondisi sekarang ini, itu sudah bagus. Apalagi jika mampu membuat pertumbuhan, sekecil apa pun kemajuan itu, kita tentu patut bersyukur.

Kekompakan tim, kerja keras, kesungguhan, kemampuan beradaptasi, kreatifitas dan inovasi, saya kira inilah modal utama menghadapi berbagai tantangan. Baik tantangan yang dipicu perubahan gaya hidup akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi informasi, termasuk tantangan yang disebabkan perlambatan ekonomi.    

Apapun situasi dan tantangan yang menghadang, para pengelola terutama jajaran redaksinya, harus sadar, sebagai lembaga pers, surat kabar ini tetap wajib menjaga fungsi idealnya. Benar, Haluan mesti memikirkan aspek bisnisnya. Tapi, ya juga, Haluan harus mampu menghasilkan karya jurnalistik yang sehat dan bermanfaat untuk publiknya.

Sesuai mottonya  “Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat”, Haluan harus berada di garda depan untuk menjalankan fungsi edukasinya. Begitu juga fungsi sosial kontrol, tidak boleh lemah. Batasannya hanya etika pers dan hukum berlaku. Haluan tidak boleh toleran apalagi berkompromi dengan perilaku korup, kolusi dan nepotisme. Setiap kebijakan dan tindakan destruktif yang menyengsarakan rakyat, itu adalah lawan dari Haluan.   

Kami bersyukur, di tengah deru industri pers yang kian bergemuruh, Haluan dalam karya-karya jurnalistiknya sampai hari ini, masih mampu menjalankan fungsi-fungsi ideal itu. Sejumlah kasus korupsi dan ketidakadilan yang diungkap media ini, adalah bukti. Yang paling aktual adalah kasus Spj fiktif yang diduga merugikan negara sampai Rp63 miliar. Haluan saya cermati, cukup konsisten dan fokus mengawal kasus ini. 

Namun, apapun hasil perjalanan Haluan sampai hari ini, kami sadar, masih banyak harapan yang belum terpenuhi. Tidak sedikit kelemahan dan kekurangan yang harus dibenahi. Salah satunya yang sering dikeluhkan pelanggan, soal mutu cetak Haluan yang belum maksimal.  

Begitu juga dalam hubungan dengan masyarakat, mitra, relasi, nara sumber dan sesama insan pers. Bak kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Pasti ada salah dan kelirunya. Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan permintaan maaf.

Kami dengan segenap pengelola dan seluruh tim kerja, berkomitmen untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan tersebut. Kritik dan saran, tak lupa, selalu kami harapkan.      

Semoga Allah SWT, meridhai perjalanan media ini. Memberi kita semua kekuatan dan kemampuan untuk berjuang dalam kebaikan. Sehingga Haluan memberikan manfaat untuk kita semua. Amin. (*)

 

Wassalam, H Basrizal Koto

CEO Harian Haluan


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM