Tim Jelajah Budaya Sambangi Solsel


Jumat,13 Oktober 2017 - 01:17:54 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tim Jelajah Budaya Sambangi Solsel BUPATI Solsel, Muzni Zakaria foto bersama dikawasan SRG saat survei cagar budaya oleh tim yang terdiri Yori Antar, Jay Subyakto, Nadya Azalia, Alfianto Domy Aji, Nofrin Napilus dan Hasmurdi Hasan. IST

SOLOK SELATAN HALUAN - Sebanyak 113 Rumah Gadang, dua masjid, satu musala, dan satu makam bakal masuk dalam situs cagar budaya yang berada pada lahan seluas 26, 3 hektare di kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) Solok Selatan (Solsel). Hal itu berdasarkan survei tim ahli dari berbagai bidang ilmu sebanyak enam orang ke Solsel.

Kunjungan empat hari tim ke Solsel terdiri dari Yori Antar (pendekar arsitektur nusantara), Jay Subyakto (produser dan sutradara nasional), Nadya Azalia, Alfianto Domy Aji, Nofrin Napilus dan Hasmurdi Hasan, sejak 10-14 Oktober 2017.

Survei itu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah Solsel. Mulai dari ninik mamak, cadiak pandai, masyarakat intinya setuju untuk menetapkan kawasan SRG menjadi kawasan cagar budaya. Kata sepakat tersebut diambil secara aklamasi pada acara sosialisasi Kawasan Cagar Budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi (BPCB) Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau di Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Baru, Rabu (11/10).

"Inilah yang kita tunggu-tunggu dari dulu, dengan penetapan sebagai cagar budaya akan memberikan banyak keuntungan bagi Saribu Rumah Gadang (SRG), terutama dalam upaya pelestarian rumah gadang yang ada," ujar Bupati Solsel, Muzni Zakaria.

Kepala BPCB, Nurmatias menyambut haru kesepakatan tersebut. "Ada 113 benda cagar budaya di kawasan SRG seluas 26,3 hektare ini, terdiri dari 109 rumah gadang, dua masjid, satu suaru dan satu makam yang harus kita lestarikan keberadaannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan kawasan cagar budaya bukan berarti peralihan kepemilikan kepada pemerintah. "Rumah gadang tetap dimiliki oleh pemilik. Pemerintah membantu melestarikan dan merevitalisasi kembali kawasan SRG," ujarnya.

Untuk benda cagar budaya lainnya yang berada di luar kawasan SRG juga akan segera ditetapkan juga sebagai cagar budaya. Yakni, Istana Rajo Alam Surambi Sungai Pagu, Istana Rajo Balun, Rumah Gadang Panjang di Abai, Monumen PDRI juga sangat berpotensi untuk dijadikan benda cagar budaya. "Namun saat ini kita fokus terlebih dahulu pada Kawasan Saribu Rumah Gadang,” terangnya.

Sementara, Yori Antar yang sudah mengembangkan dilebih dari 15 desa adat di seluruh Indonesia tersebut menyampaikan kekagumannya terhadap kawasan SRG. “Kawasan ini memiliki keanekaragaman rumah gadang yang sangat lengkap dibandingkan daerah lainnya, dan usia nya sudah ratusan tahun,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Yori Antar menyebutkan kawasan SRG sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. “Belum dipoles saja sudah ada sepuluh homestay yang berdiri dengan sanitasi yang sudah cukup baik, ini merupakan modal utama yang luar biasa," tandasnya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) Solsel, Noviar Dt Rajo Endah juga mendukung penetapan tersebut. "Program ini sangat membantu masyarakat Solok Selatan untuk membangkitkan kembali budaya yang saat ini hampir hilang," tuturnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Bujang Basri mengatakan, sosialiasi ini merupakan tahapan yang paling penting. "Setelah ini akan dilanjutkan diskusi dengan para ahli cagar budaya yang sudah ditetapkan, dan setelah itu akan dikeluarkan surat rekomendasi dari pihak balai sebagai dasar penetapan SK Bupati tentang Cagar Budaya tersebut," ujarnya. (h/jef)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,19 Oktober 2017 - 05:24:08 WIB

    Tim Verifikasi Kota Sehat Nilai Sawahlunto

    Tim Verifikasi Kota Sehat Nilai Sawahlunto SAWAHLUNTO, HALUAN - Tim verifikasi dari Kementerian Kesehatan RI menyambangi Kota Sawahlunto guna melakukan penilaian terkait pengusulan penghargaan “Kota Sehat” tingkat nasional. Tim yang diketuai Dewi Minarni melakuka.
  • Sabtu,07 Oktober 2017 - 02:40:31 WIB
    IDENTIFIKASI KASUS MALARIA

    Tim Dinkes Pasbar Turun ke Pulau Panjang

    Tim Dinkes Pasbar Turun ke Pulau Panjang PASBAR, HALUAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan setempat lakukan pemeriksaan gejala wabah penyakit malaria di Kejorongan Rantau Panjang.
  • Kamis,03 Agustus 2017 - 01:39:19 WIB

    Samsat Dharmasraya Optimalkan Pelayanan Pajak Keliling

    Samsat Dharmasraya Optimalkan Pelayanan Pajak Keliling DHARMASRAYA, HALUAN - Dalam penerapan yayanan prima terhadap wajib pajak kendaraan bermotor, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dharmasraya, Badan Keuangan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan program Samsat Keliling (Samkel) ke na.
  • Jumat,21 Juli 2017 - 09:34:11 WIB

    Ketimpangan Budaya Pemicu Orang Minang Tertinggal

    Ketimpangan Budaya Pemicu Orang Minang Tertinggal PADANG, HARIANHALUAN.COM—Salah satu faktor yang membuat orang Minang saat ini tertinggal di pentas nasional menurut Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), ketika berkunjung ke Padang pada Minggu (16/7) dikarenakan melupakan buda.
  • Sabtu,20 Mei 2017 - 13:42:30 WIB

    Optimis, Sumbar Bisa Bangkit

    PADANG, HALUAN--Sumatera Barat yang identik dengan Minangkabau, hari ini menghadapi tantangan yang berat dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kendati begitu, daerah ini masih punya peluang untuk bisa bangkit dan maju sebaga.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM