Angka Pengangguran Imbas Pandemi vs Akibat Resesi Global 2023, Mana Lebih Ber-Damage?

- Minggu, 20 November 2022 | 09:05 WIB
Ilustrasi PHK. Foto: Internet
Ilustrasi PHK. Foto: Internet

HARIANHALUAN.COM – Pandemi Covid-19 yang ditetapkan WHO pada 11 Maret 2020 berimbas pada meningkatnya angka pengangguran di Indonesia.

Pada masa ini, banyak perusahaan yang gulung tikar sehingga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap pekerjanya.

Baca Juga: Terungkap! Video Viral Pria Meninggal dan Hidup Lagi Ternyata Setingan, Gegara Punya Hutang Rp1,5 Miliar

Jumlah pekerja yang terkena dampak sebesar 1.010.579 orang dengan rincian 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan 37.489 pekerja di-PHK dari 22.753 perusahaan.

Sementara itu, jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal adalah sebanyak 34.453 perusahaan dan 189.452 orang pekerja.

Badan Pusat Statistik merilis data angka pengangguran pada Agustus 2021 sebesar 9,1 juta orang. Enam bulan kemudian, yaitu pada Februari 2022 tercatat menurun menjadi 8,4 juta orang pengangguran.

Sementara itu, resesi global yang diprediksi banyak pihak akanterjadi tahun 2023 juga berpotensi memicu PHK besar-besaran. Seberapa besar?

“Ancaman resesi ekonomi global dapat berdampak pada sektor ketenagakerjaan, seperti terjadinya pemutusan hubungan kerja secara massal,” ucap Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X