Dana Pihak Ketiga Bank Tumbuh 10 Persen Jadi Rp7.681,9 T, Sinyal Masyarakat Makin Rajin Nabung Hadapi Resesi?

- Rabu, 23 November 2022 | 14:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Di tengah bayang-bayang ancaman resesi global 2023, Bank Indonesia (BI) melaporkan dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10% pada Oktober 2022 secara tahunan (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp7.681,9 trilun.

Pada bulan sebelumnya, DPK perbankan di September 2022 hanya tumbuh 7,7% secara tahunan menjadi Rp7.423,1 triliun. Data tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia masih banyak yang menabung di perbankan meski kondisi ekonomi global masih tak menentu.

Baca Juga: Ide Usaha Modal Tipis, Cuan Ngalir Terus Anti Resesi Global

“Perkembangan DPK terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan giro dan simpanan berjangka. Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan simpanan terjadi pada golongan nasabah korporasi dan perorangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Harianhaluan.com dari situs resmi Bank Indonesia pada Rabu, 23 November 2022.

Mengutip buku Dasar-dasar Perbankan karya Kasmir, DPK adalah dana yang dihimpun oleh bank yang berasal dari masyarakat luas, yang terdiri dari simpanan giro (deman deposit), simpanan tabungan (saving deposit) dan simpanan deposito (time deposit).

Baca Juga: Hadapi Ancaman Resesi Global, PDIP Ajak Rakyat Bertani

BI juga melaporkan giro tercatat tumbuh sebesar 25,8% (y-o-y), setelah sebelumnya tumbuh 15,7% (y-o-y) pada Oktober 2022. Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh sebesar 0,8% (y-o-y), setelah tumbuh sebesar 0,4% (y-o-y) pada september 2022. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkembangan suku bunga pinjaman berjangka.

Di sisi lain, tabungan tumbuh 8,4% (y-o-y) pada Oktober 2022. Pertumbuhan juga tercata di bulan sebelumnya, yakni sebesar 10% (y-o-y).

Seirama dengan pertumbuhan DPK, perbankan juga aktif menyalurkan kredit. Hal ini ditandai dengan kredit yang disalurkan perbankan pada Oktober 2022 tercatat sebesar Rp6.314,4 triliun atau tumbuh 11,7% (y-o-y).

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X