Defisit APBN Rp169 Triliun, Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen

- Kamis, 24 November 2022 | 21:44 WIB
Mentri Keuangan Sri Mulyani memaparkan kinerja APBN dalam konferensi Pers APBN Kita 24 November 2022.
Mentri Keuangan Sri Mulyani memaparkan kinerja APBN dalam konferensi Pers APBN Kita 24 November 2022.

HARIANHALUAN.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp169 Triliun per Oktober 2022.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita Kamis, 24 November 2022 melalui kanal youtube Kementerian Keuangan RI.

Baca Juga: Waspada! Sri Mulyani: Indonesia Masih Positif tapi Ekonomi Dunia Terus Tertekan

Dalam konferensi pers tersebut Sri Mulyani menyampaikan bahwa pada bulan Oktober secara overall APBN kita mengalami defisit sebesar 0,91 persen dari GDP, atau sekitar Rp169.5 Triliun Rupiah.

Hal ini disebabkan dampak dari peningkatan anggaran belanja dan realisasi APBN sebesar Rp2.351,1 Triliun, sedangkan pendapatan negara hingga per 31 Oktober sebesar Rp2.181,6 Triliun.

SrimklllkBaca Juga: Bukan Menakuti, Sri Mulyani Beberkan Tantangan Mengerikan Resesi 2023

“Kinerja APBN hingga Oktober 2022 masih terjaga, tercermin dari masih kuatnya pertumbuhan penerimaan serta akselerasi belanja. Defisit terjadi di bulan Oktober dampak dari semakin optimalnya APBN sebagai Shock Absorber terhadap tekanan global dan domestik,” ujar Sri Mulyani.

Realisasi anggaran belanja negara hingga Oktober baru 75,7 persen dari proyeksi APBN yang telah disepakati bersama DPR.

Rincian belanja negara tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp751.1 Triliun, belanja non kementerian/lembaga sebesar Rp917.7 Triliun, transfer ke daerah sebesar Rp679,23 Triliun, dan pembiayaan investasi sebesar Rp77.92 Triliun.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X