Defisit APBN Rp169 Triliun, Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen

- Kamis, 24 November 2022 | 21:44 WIB
Mentri Keuangan Sri Mulyani memaparkan kinerja APBN dalam konferensi Pers APBN Kita 24 November 2022.
Mentri Keuangan Sri Mulyani memaparkan kinerja APBN dalam konferensi Pers APBN Kita 24 November 2022.

Sedangkan untuk pendapatan negara hingga saat ini diperoleh dari penerimaan pajak sebesar Rp.1.448.2 Triliun, bea cukai sebesar Rp256,3 Triliun, dan PNPB sebesar Rp476.5 Triliun.

“Total penerimaan pajak Rp.1.448,2 Triliun atau dalam hal ini 97,5 persen dari target yang ada di dalam Perpres 98/2022, ini growth-nya naik 51,8 persen. Naik yang luar biasa,” ujar bendahara negara itu.

Dalam keterangan pers tersebut, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa defisit yang terjadi pada hari ini apabila di total keseluruhannya pada tahun 2022 masih jauh dari Perpres 98 Tahun 2022 yang telah disepakati.

“Berdasarkan Perpres 98 sebagai landasan UU APBN kita, defisit total sebetulnya adalah Rp840 Triliun atau 4,5% dari GDP. Jadi sampai dengan Oktober defisitnya Rp169,5 Triliun atau 0,91 persen dari GDP,” ujar Sri Mulyani.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa saat ini sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) kita sebesar Rp270.4 Triliun.

“Strategi kita dalam menghadapi kewaspadaan di tahun 2023 memang akan mengakumulasi SILPA yang cukup signifikan karena faktor pembiayaan di tahun 2023 yang tadi karena ada volatilitas, mungkin perlu untuk meminimalkan resikonya melalui kemampuan kita untuk menjaga cash bupper,” ucapnya.

Berdasarkan kinerja APBN ini kementrian keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,3 persen.

"Kita sudah tahu bahwasanya pertumbuhan ekonomi Indonesia kemarin 5,7 persen, sehingga untuk keseluruhan tahun 2022 ini kita perkalikan pada level kisaran di 5,3 persen," ujarnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X