Mengenang KAPPI Bukittinggi, Kelompok Aktivis Muda dengan Deretan Aksi Bertaruh Nyawa

- Jumat, 9 September 2022 | 16:40 WIB
Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi (Vesco)
Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi (Vesco)

HARIAN HALUAN - Menilik dari tingginya intensitas aksi unjuk rasa beberapa pekan terakhir, ternyata momen serupa juga pernah beberapa kali terjadi di Bukittinggi.

Jika dilihat dari aksi yang dilakukan mahasiswa di Bukittinggi saat ini, tentu belum ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan aksi-aksi yang dimotori Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia (KAPPI).

KAPPI sendiri adalah organisasi yang diawaki oleh pelajar-pelajar setingkat SMP dan SMA yang ada di Bukittinggi

Baca Juga: Respon Kenaikan Harga BBM, IMM Bukittinggi Gelar Unjuk Rasa di DPRD

Dalam catatan Nasrul Djalal, salah seorang tokoh Angkatan 66 tertulis bahwa KAPPI di Bukittinggi telah berdiri sejak awal Maret 1966.

Rapat pembentukan KAPPI berbarengan dengan pembentukan pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) yang dimana kegiatan itu berlangsung di aula SMA-B (kini SMA N 1 Bukittinggi).

Baca Juga: Bukittinggi Resmi Miliki Polresta, Berikut 11 Polres Lain yang Alami Peningkatan Tipe

Dari hasil rapat itu, terpilihlah Makmur Hendrik, siswa STM Padang Gamuak (kini SMK N 1 Bukittinggi) sebagai ketua umum yang kelak memiliki pengaruh besar dalam serangkaian pengawalan demokrasi di masa transisi orde lama ke orde baru.

Saat awal berdiri, KAPPI diisi oleh sederet nama-nama aktivis dari PII, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila serta komponen-komponen pelajar lainnya di Bukittinggi.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Mengenal Prasejarah Papua melalui Buku Karya Hari Suroto

Minggu, 27 November 2022 | 18:35 WIB
X