Dolar Menguat, Harga Emas Malah Anjlok Pagi Ini

Rahma Nurjana
- Selasa, 7 September 2021 | 07:34 WIB
Ilustrasi emas.  (Foto: Pixabay)
Ilustrasi emas. (Foto: Pixabay)

HARIANHALUAN.COM - Pada Selasa (7/9/2021) pagi ini, harga emas melemah akibat tertekan dolar yang lebih kuat. Tidak hanya karena dolar yang menguat, perdagangan juga dikabarkan kurang bergairah karena  libur Hari Buruh AS pada hari Senin 6 September 2021.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot 8,20 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi menetap pada 1,825,50 dolar AS per ounce. Namun, perdagangan kurang bergairah karena libur Hari Buruh AS pada hari Senin 6 September 2021.

Akan tetapi, spekulasi baru bahwa Federal Reserve Amerika serikat (AS) mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi yang didorong oleh pandemi membuat emas bertahan dekat level tertinggi 2,5 bulan.

Emas berjangka melonjak 22,2 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1,833,70 dolar AS pada hari Jumat 3 September 2021 setelah jatuh 4,5 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.811,50 dolar AS pada hari Kamis 2 September 2021, dan merosot 2,1 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.816 dolar AS pada hari Rabu 1 September 2021.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,20 persen pada 92,2194, membuat emas kurang menarik bagi bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pada hari Jumat 3 September 2021 bahwa angka penggajian (payrolls) nonpertanian meningkat 235.000 pekerjaan bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 728.000 pekerjaan.

"Setelah data tenaga kerja mengecewakan pasar, investor melihat lebih sedikit tekanan pada Jerome Powell untuk mulai melakukan tapering (pengurangan pembelian obligasi)," kata Carlo Alberto De Casa, analis pasar di Kinesis, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul Harga Emas Hari Ini 7 September 2021 Melemah, Tertekan Penguatan Dolar.

"Tapering dapat dimulai mungkin hanya pada Desember dan ini adalah elemen pendukung untuk harga emas," kata De Casa seperti dilaporkan Antara.

Ia menambahkan bahwa emas akan tetap di atas 1.800 dolar AS dalam waktu dekat.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Ekonomi Sumbar Diprediksi Tumbuh 5 Persen pada 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:15 WIB

Pasar Murah di Kuranji Padang Diserbu Pembeli

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:45 WIB

Ekonomi China Melambat, Dunia Mulai Waswas

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:54 WIB

Bagaimana Keadaan Ekonomi Global Awal Tahun 2022?

Senin, 17 Januari 2022 | 21:18 WIB
X