PPKM Berlanjut, Omset Pedagang Bunga di Padang Terjun Bebas

- Jumat, 10 September 2021 | 12:37 WIB
Dok Harianhaluan.com
Dok Harianhaluan.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat level IV yang berjalan hampir 5 bulan membuat pelaku usaha di Kota Padang, Provinsi Sumbar terpuruk.

Tak sedikit yang harus mengangkat bendera putih karena tidak mampu lagi menjalankan usahanya. Termasuk pedagang tanaman hias yang ada di kawasan agrowisata Lubuk Minturun.

Baca Juga: Kembali jadi Primadona, Harga Tanaman Hias di Padang Melambung

Usaha tanaman bunga pedagang di kawasan tersebut benar-benar terpuruk sejak 5 bulan terakhir. Hal itu disampaikan Reni, salah seorang pedagang bunga.

Dia mengaku kehilangan pelanggan sejak diterapkannya PPKM. Akibatnya wanita 64 tahun harus kehilangan omset hingga 60 persen.

Baca Juga: Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Jika sebelum PPKM jual beli sampai Rp2 juta sehari, kini Rp100.000 - Rp200.000. Agar usaha yang dirintisnya tetap berjalan, Reni terpaksa merumahkan seorang pegawainya.

Reni tak sanggup lagi menggaji pegawainya karena sepinya pembeli. Sebelumnya pesanan bunga datang instansi perkantoran, hias taman, dan hingga perkarangan rumah.

"Namun sejak PPKM pesanan hanya datang dari perkantoran. Itu saja sekali dalam beberapa Minggu, meskipun begitu saya tetap bersyukur masih diberi kesehatan," katanya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Siang Ini Rupiah Melemah ke Rp14.447 per USD

Senin, 6 Desember 2021 | 12:40 WIB

Boyband BTS Raup Rp483 Miliar dari Konser di Amerika

Senin, 6 Desember 2021 | 06:00 WIB

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB
X