Bank Nagari Berkolaborasi dengan Pemko Sawahlunto Luncurkan Kredit 'MARANDANG'

- Senin, 13 September 2021 | 18:12 WIB
Pemukulan gendang bersama, tanda diluncurkannya Program Kredit Marandang dari Bank Nagari di Sawahlunto, Senin (13/9). IST
Pemukulan gendang bersama, tanda diluncurkannya Program Kredit Marandang dari Bank Nagari di Sawahlunto, Senin (13/9). IST

 


SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Dalam upaya meningkatkan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pinjaman modal usaha sekaligus memberi solusi agar masyarakat tidak lagi meminjam pada rentenir, Bank Nagari bekerjasama dengan Pemko Sawahlunto meluncurkan program Melawan Rentenir di Ranah Minang (Marandang) atau Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). Peluncuran program 'Marandang' di Sawahlunto tersebut dilaksanakan pada Senin (13/9) di GPK.

Kepala Cabang Bank Nagari Sawahlunto, Rusdi, menyampaikan bahwa di awal pengenalan program 'Marandang' ini, sudah mendaftar puluhan orang masyarakat. Setelah pihak Bank Nagari memproses pendaftaran tersebut sesuai dengan syarat/ketentuan yang berlaku, telah disetujui untuk dicairkan pinjaman program 'Marandang' ini untuk 4 orang debitur (peminjam).

Baca Juga: Bahas KUPA-PPAS 2021, Fraksi Gerindra Minta Pemprov Sumbar Lebih Pro Rakyat

"Ini yang kita serahkan secara simbolis pada peluncuran Marandang di Sawahlunto hari ini, ada 4 orang debitur, itu dengan plafon Rp10 juta/orang. Jadi ini baru tahap pertama, kita baru mulai mengenalkan program ini pada masyarakat. Silahkan jika ada lagi masyarakat yang mendaftar, akan langsung kami proses," kata Rusdi.

Dijelaskan Rusdi, dokumen permohonan untuk masyarakat yang akan mengikuti program 'Marandang' ini cukup mudah, yaitu ; fotocopy KTP, pas foto 3 x 4 suami dan istri, fotocopy Buku Nikah dan Kartu Keluarga, serta Surat Keterangan Usaha/NIB dari Desa atau Kelurahan.

"Untuk kendala paling banyak yang membuat para calon peminjam kita tidak lolos menjadi peserta Marandang ini, adalah permasalahan BI Checking. Artinya BI Checking ini ; ada riwayat kredit yang tidak bagus karena permasalahan dalam pembayaran kredit dengan bank yang terjadi pada waktu mengajukan permohonan atau pada waktu sebelum mengajukan permohonan untuk mengikuti program Marandang ini," ujar Rusdi.

Ditambahkan Rusdi, program Marandang merupakan kredit pembiayaan kepada usaha mikro dengan proses mudah (tanpa agunan tambahan), murah (berbiaya rendah) dan cepat, sebagai salah satu solusi membantu dan mendorong kebangkitan usaha mikro dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid - 19.

"Program Marandang ini, kami hanya menerapkan bunga 6 persen setahun, artinya hanya 0,5 persen sebulan. Ini kan sangat jauh di bawah bunga yang biasa dibayar masyarakat jika meminjam pada rentenir," kata Rusdi.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Ekonomi Sumbar Alami Kontraksi Minus 1,6%

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:57 WIB

Gagal Bersaing, Mobil Ini Tak Laku di Indonesia

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:15 WIB

Pagi Ini, Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:50 WIB

Sikoci Tageh Bank Nagari Kembali Hadir di Akhir Tahun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Imbal Hasil Obligasi Mundur, Harga Emas Melonjak

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:23 WIB

Naik Kelas, Darbe Meats akan Melantai di Pasar Modal

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:23 WIB

Siang Ini Rupiah Melemah di Rp 14.220/US$

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Resi Gudang Makin Diminati Pemilik Komoditas

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:25 WIB

Terpopuler

X