Bangkit dari Pandemi, Menko Airlangga Sebut Proyeksi Ekonomi Indonesia Sejalan dengan Ekspektasi Pemulihan Eko

- Kamis, 16 September 2021 | 22:50 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto


HARIANHALUAN.COM- Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi, termasuk di Indonesia. Diperlukan kebijakan yang saling melengkapi baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi, agar kedua sisi tersebut bisa pulih bersamaan.

Pada Triwulan II-2021 perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 7,07% (yoy), tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage atau terbaik dalam 16 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara peer yang telah merilis angka pertumbuhannya seperti Vietnam (6,6%), Korea Selatan (5,9%), dan Arab Saudi (1,5%).

“Pada Semester I-2021, berbagai indikator utama terus menunjukkan prospek perbaikan. Dampak pengetatan pembatasan mobilitas di Juli-Agustus 2021 diperkirakan hanya bersifat sementara. Aktivitas manufaktur dan permintaan terhadap pembiayaan KUR mulai meningkat lagi di Agustus 2021,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar UOB Economic Outlook 2022 bertajuk “Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery”, dilansir dari situs Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kamis (16/9/2021).

Dari sisi eksternal, ekspor menunjukkan peningkatan, sehingga Neraca Perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 15 bulan berturut-turut dan cadangan devisa relatif tinggi sebesar US$144,8 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan terjaganya ketahanan sektor eksternal. Pemerintah juga telah menyiapkan strategi untuk mendorong pemulihan ekonomi di sisa tahun ini dan diharapkan perekonomian dapat kembali tumbuh ekspansif pada Triwulan IV-2021.

Perekonomian Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% di akhir 2021 dan 5,2% pada tahun 2022. Proyeksi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global.

Menko Airlangga juga menerangkan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi akan bergantung kepada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi Covid-19.

“Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif,” lanjutnya.

Selain itu, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus ditingkatkan untuk mendukung penanganan Covid-19. Komitmen Pemerintah ditunjukkan melalui refocusing APBN dalam mendorong peningkatan anggaran PEN 2021 menjadi sebesar Rp744,77 triliun.

“Refocusing ini akan mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran untuk berbagai perlindungan sosial, seperti percepatan pencairan Bantuan Sosial Tunai, peningkatan jumlah penerima manfaat Kartu Sembako, melanjutkan Program Diskon Listrik, serta meningkatkan anggaran Kartu Prakerja dan Bantuan Subsidi Upah,” tutur Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Ekonomi Sumbar Alami Kontraksi Minus 1,6%

Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:57 WIB

Gagal Bersaing, Mobil Ini Tak Laku di Indonesia

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:15 WIB

Pagi Ini, Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:50 WIB

Sikoci Tageh Bank Nagari Kembali Hadir di Akhir Tahun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Imbal Hasil Obligasi Mundur, Harga Emas Melonjak

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:23 WIB

Naik Kelas, Darbe Meats akan Melantai di Pasar Modal

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:23 WIB

Siang Ini Rupiah Melemah di Rp 14.220/US$

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Resi Gudang Makin Diminati Pemilik Komoditas

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:25 WIB

Terpopuler

X