Waspada Modus Terbaru Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

- Jumat, 17 September 2021 | 16:37 WIB
Modus Baru Pinjol Ilegal
Modus Baru Pinjol Ilegal

Maraknya kasus teror pinjol ilegal yang sudah sangat bervariatif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus-modus dari pinjaman online ilegal.

Praktik Terbaru Teror Pinjol
Kasus terbaru yang saat ini sering dilakukan oleh oknum pinjol ilegal adalah mengirimkan uang secara mendadak padahal nasabah tidak sedang atau pernah meminjam dana kepada pihak pinjaman online manapun.

Setelah penagih mengirimkan dana tersebut, mereka memaksa para nasabah untuk membayar pinjaman yang telah mereka lakukan. Agar nasabah bisa segera mengirim sejumlah uang tersebut, penagih pinjol ilegal mengakses data pribadi nasabah, mengancam, hingga mengintimidasi para nasabah.

Langkah Ketika Mendapatkan Tagihan dari Pinjol Ilegal
Ketika kamu mendapatkan pesan yang berisi tagihan uang dari pinjol padahal tidak merasa pernah meminjam sejumlah dana, OJK mengimbau untuk menghiraukan, memblokir, dan menghapus pesan tersebut.

Perlu diperhatikan juga bahwa pinjaman online atau aplikasi pinjaman online yang legal dan resmi terdaftar di OJK tidak akan mengirimkan pesan berisi promosi ataupun tagihan kepada para nasabahnya melalui pesan pribadi. Jadi ketika mendapatkan tagihan dana yang mengatasnamakan pinjaman online melalui WhatsApp, email, SMS, atau yang lainnya, sudah dipastikan bahwa itu adalah pinjol ilegal.

Baca Juga: Saran dari OJK Jika Terkena Teror Pinjol: Hapus, Blokir, Abaikan

Dilansir dari laman bisnis.tempo.co, OJK juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengklik link atau tautan yang dikirimkan melalui WhatsApp, sms, email, atau aplikasi chatting lainnya. Karena bisa jadi link yang dikirim dari nomor tidak dikenal tersebut berusaha untuk meretas akun pribadimu.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun juga mengatakan agar masyarakat tetap menjaga data dirinya dengan tidak mengisi formulir secara digital, dokumen, maupun fisik jika tidak mengetahui kejelasan sumbernya.

Selain itu, jangan mudah tergiur hadiah-hadiah abal yang ditawarkan melalui internet dengan meminta untuk mengisi data pribadi.

Karena data yang kamu tuliskan pada formulir tersebut berpotensi untuk disebarkan, dijual, atau disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Nasfati Sabrina

Sumber: Tempo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

S&P dan Nasdaq Melejit, Investor Makin Optimis

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Jokowi: Stok Beras Nasional Capai 10,2 Juta Ton

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:18 WIB
X