Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Dodi Caniago
- Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB
Ilutrasi
Ilutrasi

HARIANHALUAN.COM - Setidaknya 161 sumur minyak baru, bakal dibor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang baru saja menggantikan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) sebagai pengelola wilayah kerja rokan.

 "Selain melakukan perawatan terhadap sumur yang sudah ada terutama yangt sudah tua, PHR akan melakukan pengoboran terhadap 161 sumur baru di wilayah kerja rokan," ungkapn Vice Presiden Pertamina Hulu Rokan, Sukamto Tamrin saat zoom bersama media, seperti dilansir Haluanriau.co, Sabtu (18/9/2021).

Menurutnya PHR akan terus berupaya untuk terus meningkatkan produksi minyak di wilayah kerja Rokan. Saat ini dikatakannya, sebanyak 13 rig pengeboran sudah beroperasi dan akan terus dilakukan penambahan hingga mencapai 17 rig pada November 2021.

Selain itu dikatakannya juga untuk mempertahankan produksi dimana sejak peralihan dari CPI terjadi kenaikan produksi diantaranya dengan melakukan perawatan sumur terutama sumur tua. Menahan laju penurunan produksi alamiah dan meastikan kondisi produksi dalam kondisi prima.

Ditambahkannya, pemeliharaan peralatan untuk mengurangi downtime serta meningkatkan keandalan dan efisiensi di atas 95 persen.

Sementara itu Kepala perwakilan SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Utara, Rikky Rahmat Firdaus menginginkan agar PHR mempunyai komitmen yang tinggi untuk mencapai target target yang diberikan maupun yang diajukan untuk terus melakukan peningkatan produksi.

"Komitmen kerja pasti wilayah kerja Rokan harus bisa dilakukan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang," ucapnya.

Diantara kegiatan yang dilakukan yakni studi Geodesi dan Geomatika, studi Enhanced Oli Recovery (pengursan minyak tahap lanjut) yang merupakan metoda utama untuk menguras minyak dari reservoir.

Selain itu juga dilakukan akuisis dan processing seismik 3D dan pemboran sumur eksplorasi dan juga komitmen lainnya.

Dikatakan Rikky untuk jangka pendek, program yang dilaksanakan yakni Proses transisi WK Rokan yang sudah terlaksana dengan baik, ininvestasi pemboran pda masa transisi yang masif dan agresif, persiapan program kerja peningkatan produksi selanjutnya (program kerja rutin, water flood, EOR dan Eksploitasi).

Menanggapi adanya target 1 juta barel dari pemerintah di tahun 2030, Rikky Rahmat mengungkapkan ketercapaian target ini bukan di tangan SKK Migas, melainkan di tangan produsen minyak atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Namun karena sebagian produksi minyak RI dikelola oleh Pertamina, maka menurutnya dalam mengejar target produksi minyak sebesar 1 juta bph ada di tangan Pertamina. Apalagi Pertamina telah mengakuisisi Blok Rokan pada 8 Agustus 2021 lalu.

Untuk mendapatkan target tersebut, Rikky mengungkapkan beberapa langkah memperbanyak kegiatan eksplorasi di wilayah Sumatera Bagian Utara untuk mencari cadangan migas, tentunya berkoordinasi dengan pusat.

Selanjutnya dikatakan Rikky, komunikasi dengan pemangku kepentingan daerah untuk kelancaran operasi juga penting dilakukan dan memastikan kegiatan pengeboran eksplorasi dan eksploitasi sehingga dapat berproduksi dengan baik.

"Pemerintah akan senantiasa mendorong peningkatan kegiatan akuisisi dan kualitas data migas secara terintegrasi sehingga dapat menunjang kegiatan eksplorasi dan investasi hulu migas di Indonesia, tambahnya.

Pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) di wilayah terbuka serta keterbukaan akses data hulu migas juga menjadi salah satu upaya kunci untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi hulu migas di Indonesia.

Seiring dengan target pemerintah mencapai 1 juta barel pada 2030, target pada 2022 nyatanya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan target lifting minyak yang tertuang dalam dokumen Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2022, yaitu pada kisaran 680.000–705.000 barel per hari.

Sumber: Haluanriau.co

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

Harga Cabai Hingga Kentang Turun Berjamaah di Padang

Selasa, 30 November 2021 | 10:30 WIB

JD.ID Jual Spark 7 Terbaru dari TECNO

Senin, 29 November 2021 | 17:00 WIB

Harga Tomat Anjlok di Padang, Hanya Rp7.000 Per Kg

Senin, 29 November 2021 | 12:20 WIB

Omicron Bikin Saham-Saham Batu Bara Terkapar

Senin, 29 November 2021 | 09:58 WIB

Sektor Pertanian Serap 53% Angkatan Kerja di Sumbar

Minggu, 28 November 2021 | 11:15 WIB
X