Tak Cuma KPR, Kenali 4 Jenis Pinjaman Bank Sebelum Beli Rumah

- Senin, 20 September 2021 | 13:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM –Menentukan skema pembayaran saat akan membeli properti merupakan tahapan yang krusial. Skema pembayaran umumnya meliputi tiga jenis yakni KPR/KPA, tunai keras, dan tunai bertahap. Dari ketiganya, KPR/KPA sudah tak asing di telinga, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jenis pinjaman lain yang ditawarkan bank.

Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome Vina Yenastri mengatakan sedikitnya ada empat jenis pinjaman yang ditawarkan bank dengan jaminan sertifikat properti yaitu KPR/KPA, kredit multi guna (refinancing), KPR take over, dan KPR top-up.

Baca Juga: Bank Nagari Terbaik di Tingkat Nasional Dalam Penyaluran KPR-FLPP

Pertama, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan metode pembayaran cicilan ke bank di mana sebelumnya pihak bank membayar pelunasan rumah atau apartemen kepada pengembang atau penjual.

“Konsepnya secara singkat, bank menalangi kita untuk beli rumah. Alurnya, kita membeli rumah dengan meminta bantuan bank untuk melunasi rumah yang kita beli. Kemudian biaya pelunasan tersebut kita bayar kembali ke pihak bank dalam bentuk cicilan,” terang Vina dalam webinar ‘Bahas Tuntas Properti’ Property Academy by Pinhome dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/9).

Baca Juga: Sudah Ngebet Ingin Punya Rumah? Begini Cara Pengajuan KPR Agar Tak Ditolak Bank

Kedua, kredit multi guna (refinancing). Jenis kredit ini disediakan bank untuk membiayai berbagai keperluan konsumtif dengan jaminan berupa sertifikat properti yang sudah balik nama.

“(Di metode ini) sertifikat propertinya sudah harus atas nama debitur atau pasangan debiturnya. Jadi, sertifikat properti yang diberikan sifatnya sudah menjadi milik kita. Sertifikat ini kemudian dapat kita bawa ke bank untuk pengajuan refinancing. Alurnya sama seperti KPR, bedanya bebas biaya pajak saja,” imbuhnya.

Kemudian ada juga KPR take over, yakni pemindahan fasilitas kredit sejenis dari satu bank ke bank lainnya. Dalam skema atau metode pembayaran ini, perlu diketahui bahwa ada masa fix dan floating. Pada masa fix, bunga yang diberikan bersifat tetap sehingga jumlah cicilan yang dibayarkan pun tetap. Sedangkan pada masa floating terdapat kecenderungan peningkatan bunga cicilan, sehingga debitur seringkali mencari jalan agar cicilan yang dibayarkan tidak membengkak terlalu parah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Naik Tipis, Harga Emas Hari Ini Rp930.000 per Gram

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Siang Ini Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.200/US$

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:26 WIB

Ini Dia Kunci Keberhasilan Perbankan Masa Depan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:27 WIB

XL Axiata Terus Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini Penyebab Harga Gambir Jeblok di Sumbar

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:41 WIB

Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:52 WIB
X