Moratorium Sawit, Koalisi: Penting Diperpanjang dan Diperkuat

- Selasa, 21 September 2021 | 02:07 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

HARIANHALUAN.COM - Koalisi Moratorium Sawit menilai sejauh ini kebijakan moratorium yang akan berakhir, belum menunjukkan kemajuan berarti dałam perbaikan tata kelola Sawit di Indonesia.

Baca Juga: Pulang Kampung, Leani Ratri Oktila: Saya Bangga, Saya Anak Kampar

Koalisi Koalisi Moratorium Sawit dalam siaran pers yang diterima Senin (20/9), menilai bahwa kebijakan moratorium sawit penting untuk diperpanjang sekaligus diperkuat dalam berbagai aspek.

Pengkampanye Forest Watch Indonesia (FWI) Agung Ady mengatakan moratorium sawit seharusnya diperpanjang dengan beberapa catatan: harus dilaksanakan secara serius dan lebih transparan.

Publik harus lebih banyak dilibatkan dalam prosesnya, kata Agung, baik dalam hal evaluasi perizinan hingga penyebarluasan informasi hingga ke level daerah. Sehingga tidak ada lagi kepala daerah yang tidak menjalankan kebijakan ini karena telat mendapatkan informasi.

Pemerintah pusat juga harus mau terbuka jika menemukan kendala dalam mengimplementasikan kebijakan ini, jika semua pihak (termasuk CSO) turut dilibatkan, ada mekanisme check & balance yang bisa memastikan tidak adanya saling lempar tanggung jawab dan tujuan inpres moratorium sawit dapat dilaksanakan sesuai dengan mandatnya. Yaitu memperbaiki tata kelola perkebunan sawit menuju sawit berkelanjutan.

"Inpres Moratorium Sawit merupakan manifestasi dari kewajiban Negara dan bagian proses uji tuntas HAM dalam melindungi keberlanjutan masyarakat."

“Satu hal yang seringkali luput adalah adanya kewajiban dalam aspek penegakan hukum,” ujar Agung. Inpres menginstruksikan KLHK untuk mengambil langkah hukum dan/atau tuntutan ganti rugi atas penggunaan kawasan hutan untuk perkebunan sawit. Namun, tidak ada instruksi lebih lanjut yang diberikan kepada aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan/atau Kepolisian untuk tindak lanjutnya.

Baca Juga: Pokdarwis Salingka Alam Padang Tarok Goro Benahi Kawasan Wisata Arung Jeram

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Naik Tipis, Harga Emas Hari Ini Rp930.000 per Gram

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Siang Ini Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.200/US$

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:26 WIB

Ini Dia Kunci Keberhasilan Perbankan Masa Depan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:27 WIB

XL Axiata Terus Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini Penyebab Harga Gambir Jeblok di Sumbar

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:41 WIB

Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:52 WIB
X