Kementan Siapkan Lahan Percontohan Bawang Varietas di Tanah Datar

- Selasa, 21 September 2021 | 17:16 WIB
Komisi IV DPR RI saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).
Komisi IV DPR RI saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI, Husnain mengatakan lahan percontohan sangat penting untuk bisa mengubah pola pikir dan pola kerja petani.

Tanpa melihat bukti yang nyata, petani tidak akan mau meninggalkan cara pengolahan lahan dan varietas lama yang sudah lama mereka gunakan.

Baca Juga: Teknologi Olahan Bawang Varietas Bakal Dikembangkan di Sumbar

"Tahun ini dengan dukungan Komisi IV DPR RI, kita mendapatkan anggaran yang cukup besar untuk membuat lahan percontohan seperti di Tanah Datar ini," ujarnya saat menghadiri panen perdana bawang varietas unggul Batu Ijo yang diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Litbang Pertanian Kementan RI di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Selasa (21/09/21).

Ia mengatakan tahun ini pihaknya melaksanakan program Riset Penelitian Integrasi kolaboratif (RPIK) yang menggabungkan sembilan UPT dalam mengelola lahan percontohan sehingga semua hal pendukung mulai dari kondisi tanah, pupuk, alsintan, air, varietas dan teknologi diterapkan bersama-sama agar hasilnya maksimal.

Baca Juga: Luar Biasa, Saat Pandemi Covid-19 Sumbar Mampu Ekspor Hasil Pertanian Senilai Rp383,8 Miliar

Ia berharap lahan percontohan yang sedang bersiap untuk penanaman kedua tersebut bisa lebih ditingkatkan lagi. Mungkin dengan cara ekspansi lahan atau duplikasi di daerah lain.

"Kita mohon dukungan dari pemerintah daerah dan semua pihak terkait agar terus bisa dikembangkan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan sebanyak 70 persen dari masyarakatnya adalah petani.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Naik Tipis, Harga Emas Hari Ini Rp930.000 per Gram

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Siang Ini Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.200/US$

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:26 WIB

Ini Dia Kunci Keberhasilan Perbankan Masa Depan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:27 WIB

XL Axiata Terus Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini Penyebab Harga Gambir Jeblok di Sumbar

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:41 WIB

Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:52 WIB
X