Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

- Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB
Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)
Harga Minyak Dunia (Foto: Reuters)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), harga minyak naik dengan Brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya permintaan bahan bakar dan penarikan persediaan minyak mentah AS karena produksi di Teluk Meksiko masih terhambat setelah dilanda dua badai berturut-turut.

Untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka Brent terangkat 1,06 dolar AS atau 1,4%, menjadi menetap pada 77,25 dolar AS per barel, harga tertinggi sejak pertengahan Juli. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November bertambah 1,07 dolar AS atau 1,5%, menjadi ditutup di 73,30 dolar AS per barel.

"Kenyataannya sedang terjadi - ada lebih banyak pembicaraan tentang pengetatan persediaan global dan ada kekhawatiran tentang masalah pasokan memasuki musim dingin," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago, dikutip dari Okezone,Jumat (24/9/2021).

"Dukungan tambahan mungkin datang karena Gedung Putih mengambil garis yang lebih keras terhadap Iran," katanya.

Pada Rabu (22/9/2021), kedua kontrak melonjak 2,5% setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS dalam seminggu hingga 17 September turun 3,5 juta barel menjadi 414 juta - terendah sejak Oktober 2018.

Juga mendukung harga, beberapa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya telah berjuang untuk meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun kekurangan investasi atau penundaan pekerjaan pemeliharaan selama pandemi.

Pada Rabu (22/9/2021), menteri perminyakan Irak mengatakan OPEC+ sedang bekerja untuk menjaga minyak mentah mendekati 70 dolar AS per barel karena ekonomi global pulih. Kelompok ini akan menggelar pertemuan pada 4 Oktober.

Kemampuan ekspor Iran sebagian bergantung pada menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015-nya. Jendela tetap terbuka tetapi Teheran belum mengindikasikan apakah pihaknya bersedia untuk melanjutkan pembicaraan di Wina, kata seorang pejabat senior AS.

Dolar, yang biasanya memiliki hubungan terbalik dengan harga-harga komoditas, turun dari level tertinggi satu bulan setelah Federal Reserve mengisyaratkan akan segera mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan dan menetapkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi tahun depan, sambil menyisakan ruang untuk memperlambat segalanya jika diperlukan.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB

Hari Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.100/US$

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Harga Emas Antam Naik Seribu, Jadi Rp915.000/Gram

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Terpopuler

X