Jangan Sampai Terjebak Ngutang di Pinjol Ilegal, Sederet Bahaya Ini Menanti

- Senin, 27 September 2021 | 11:29 WIB
Bahaya Pinjaman Online Ilegal (Ilustrasi: Shutterstock)
Bahaya Pinjaman Online Ilegal (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Tidak semua pinjaman online atau pinjol itu legal. Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengatakan banyak pinjol kategori ilegal yang berbahaya dan menyengsarakan masyarakat.

Menurut Tongam pinjol legal sudah berkontribusi menyalurkan pinjaman hingga Rp 236,4 Triliun, dengan outstanding saat ini Rp 24,2 Triliun. Data ini menunjukkan pinjol membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana dan untuk UMKM.

"Tapi di sisi lain akan ada bahaya bila mengakses ke pinjol ilegal. Jadi harus kita bedakan pinjol legal dan ilegal yang menyengsarakan rakyat. Mereka yang harus kita berantas," ujar Tongam dalam Special Dialogue Okezone di Jakarta, dikutip dari Okezone,Senin (27/9/2021).

Dia menekankan akan bahaya utama yang harus dihadapi masyarakat bila nekat berhubungan dengan pinjol ilegal atau yang tidak terdaftar di OJK. Salah satunya adalah intimidasi dan teror yang sudah dirasakan banyak orang. Praktik intimidasi dan teror ini haruslah dijadikan pengingat masyarakat membedakan antara yang resmi terdaftar di OJK dan yang ilegal.

"Kita lihat masyarakat banyak yang terjebak di pinjol ilegal karena memang sangat mudah mendapatkan pinjaman. Tapi ini sangat menjebak dengan menetapkan suku bunga tinggi, fee besar, denda tidak terbatas, dan selalu menerapkan teror dan intimidasi," ujarnya.

Karena itu yang paling wajib dipastikan adalah platform pembiayaan tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Dalam hal ini, OJK juga bekerjasama dengan Google terkait syarat aplikasi pinjaman pribadi di Indonesia yang sering disalahgunakan oleh pinjol ilegal.

"Bahaya menggunakan pinjol ilegal adalah semuanya berbeda dengan perjanjian awal. Seperti besaran pinjaman yang didapat berkurang jauh, lalu jatuh tempo ternyata dipersingkat, hingga teror yang mengancam peminjam dan orang yang tidak dikenal. Karena ada akses pada seluruh kontak di handphonenya," katanya. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB

Hari Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.100/US$

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Harga Emas Antam Naik Seribu, Jadi Rp915.000/Gram

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Terpopuler

X