Masa Pandemi, Hotel di Bukittinggi Berusaha Mengakali Biaya Operasional

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Rendahnya pertumbuhan investasi hotel di Bukittinggi sangat dirasakan semenjak pandemi Covid-19 menyerang. Apalagi semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan dilanjutkan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Taufiq Hidayat, S.E, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi menuturkan kepada Harianhaluan.com, Jumat (7/10/2021), bahwa orang-orang masih menahan diri untuk investasi dibidang perhotelan. Pasalnya, bisnis hotel akan selalu berkaitan dengan jalur lalu lintas manusia.

"Semenjak PSBB dan dilanjutkan PPKM, jalur lalu lintas manusia yang rendah menjadi penghambat perkembangan bisnis hotel," tuturnya.

Baca Juga: Terima TBS dari Kawasan Lindung, PT SAK Dharmasraya Akui Kecolongan

Tingginya biaya operasional sebuah hotel juga menjadi semakin memberatkan pebisnis. Minimnya konsumen menyebabkan rendahnya pendapatan.

Untuk mengakali biaya operasional, Taufiq mengungkapkan bahwa hotel-hotel banyak yang melakukan pemgurangan dan ditambah dengan penghematan energi.

"Meski berat, hotel-hotel banyak yang melakukan pengurangan karyawan. Selain itu juga berusaha menghemat pemakaian listrik dan air," ujarnya.

Sekarang hotel-hotel fokus berusaha untuk bagaimana caranya agar tidak merugi dengan minimnya konsumen, menghemat biaya operasional dan pengembalian modal. (*)

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Intip 10 Saham yang Punya Dividen Besar

Selasa, 5 Juli 2022 | 22:36 WIB

Simak Penjelasan Mengenai Saham Preferen

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:53 WIB

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB
X