Mayoritas Petani Gambir Sumbar Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:54 WIB
Produksi gambir Sumbar.
Produksi gambir Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menilai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani gambir perlu dilakukan agar bisa memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan produk sehingga kualitas bisa terjaga.

"Salah satu upaya agar harga gambir bisa menguntungkan petani adalah dengan menjaga standar kualitas produk. Karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan SDM petani," katanya saat meninjau gudang gambir Koperasi Syariah, Gambir Anam Koto Mandiri (Gakom) Jorong Sopang Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Gambir Jadi Produk Unggulan, Gubernur Sumbar: Perlu Upaya Luar Biasa Mewujudkannya

Informasi yang diterimanya saat ini masih banyak petani gambir yang menjual produk tanpa mengindahkan kualitas. Bahkan ada produk yang dicampur, namun tetap ada pembeli.

Persoalannya, gambir dengan kualitas tidak terjaga itu harganya amat rendah sehingga petani sesungguhnya dirugikan. Lebih parahnya, gambir yang dicampur itu ikut mempengaruhi harga gambir yang telah menjaga kualitas.

Baca Juga: Disertasi Tentang Pemanfaatan Gambir Sebagai Reduktor Tembaga, Bawa Guru SMK SMTI Padang Raih Gelar Doktor

"Kalau kondisi ini dibiarkan terus, maka petani gambir tidak akan pernah sejahtera," ujar Mahyeldi.

Pemerintah perlu melakukan intervensi dengan langkah-langkah yang sesuai aturan untuk memberikan pemahaman pada petani agar mau menjaga kualitas.

"Petani juga harus kompak. Jangan mau diiming-imingi bahwa gambir bercampur akan tetap ada pembeli," katanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB

Gencar Transaksi Afiliasi, Saham GoTo Meroket

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:54 WIB
X