Realisasi PEN Sumbar Capai Rp3,37 T, Terbesar untuk Perlindungan Sosial

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:45 WIB
Dok bisnis.com
Dok bisnis.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Realisasi Belanja Program PEN, Pemerintah tetap fokus melakukan upaya pemulihan kesehatan sekaligus menjaga roda perekonomian tetap berjalan. Berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi bukti pemerintah bekerja keras melakukan pemulihan kesehatan masyarakat, menjaga konsumsi kelompok rentan terdampak dan mendorong perekonomian tetap bergerak.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, adapun realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sumbar sampai dengan 1 Oktober 2021 telah mencapai Rp3,37 triliun.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Pemerintah Telah Alokasikan Tambahan Anggaran PEN Sebesar Rp55, 21 Triliun

Heru merinci, untuk Klaster Perlindungan Sosial Rp1,80 triliun, terdiri atas Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp357,81 miliar untuk 88.664 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp431,48 miliar untuk 241.082 KPM, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp266,36 miliar untuk 174.262 KPM.

Kemudian, Kartu Prakerja sebesar Rp527,77 miliar untuk 148.667 orang, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp187,81 miliar untuk 69.560 KPM, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp26,11 miliar untuk 26.114 orang, dan Bantuan Tunai PKL dan Warung (BTPKLW) sebesar Rp920,40 juta untuk 767 PKL.

Baca Juga: Sukses Tahap I, Bank Nagari Kembali Dipercaya Salurkan Dana PEN Tahap II

Klaster Kesehatan Rp641,93 miliar, terdiri atas Klaim Pasien sebesar Rp487,46 miliar pada 42 Rumah Sakit dengan jumlah pasien sebanyak 7.140 orang, dan Insentif Tenaga Kesehatan sebesar Rp154,47 miliar untuk 21.761 nakes.

Program Prioritas K/L Rp544,03 miliar, yaitu untuk Padat Karya Tunai Kemenhub sebesar Rp128,83 miliar untuk 5.687 pekerja, Padat Karya Tunai PUPR sebesar Rp378,54 miliar untuk 21.155 pekerja, Padat Karya Tunai Kementan sebesar Rp19,53 miliar untuk 5.712 pekerja, dan Food Estate Kementan sebesar Rp17,13 miliar.

Klaster UMKM Rp382,60 miliar, dengan rincian terdiri atas Bantuan Produktif untuk usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp339,03 miliar untuk 282.525 pelaku UMKM, Tambahan Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30,73 miliar untuk 127.616 debitur, dan Subsidi Bunga Non-KUR sebesar Rp12,84 miliar untuk 63.813 debitur. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:35 WIB

UMKM Sumbar Didorong Punya Nomor Induk Usaha

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Licin Nih

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Banjir Pasokan, Harga Jengkol Anjlok di Padang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Sektor Pertanian Sumbar Berikan Kontribusi PDRB 57%

Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X