Harga Emas Menguat, Ini Penyebabnya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:42 WIB
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay)
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay)

CHICAGO, HARIANHALUAN.COM - Pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) harga emas berbalik menguat imbas dari meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Meningkatnya kekhawatiran inflasi membendung selera terhadap aset-aset risiko dan mendorong permintaan untuk logam yang dinilai lebih aman meskipun penguatan dolar AS membatasi kenaikan emas.

Untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, kontrak emas paling aktif terangkat 3,6 dolar AS atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 1.759,30 dolar AS per ons.

Pada sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas 1,7 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.755,70 dolar AS.

Prospek ekonomi terancam dengan krisis energi global sekaligus memicu ketakutan inflasi, kemudian mendorong beberapa investor beralih menuju aset-aset yang lebih aman.

"Kami melihat dukungan yang datang dari gagasan umum bahwa tekanan inflasi akan cukup untuk menahan emas di tengah lingkungan, tempat kami melihat Federal Reserve perlahan bergerak untuk mengurangi pembelian aset," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi.

Namun, pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.

"Ada lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas diuntungkan dari itu, ditambah dengan kekhawatiran tentang inflasi dan pendinginan ekonomi global," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann, dikutip dari suaramerdeka.com dengan judul Kekhawatiran Inflasi Meningkat, Harga Emas Berbalik Menguat.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:35 WIB

UMKM Sumbar Didorong Punya Nomor Induk Usaha

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Licin Nih

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Banjir Pasokan, Harga Jengkol Anjlok di Padang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Sektor Pertanian Sumbar Berikan Kontribusi PDRB 57%

Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X