Mendag: Niaga Elektronik akan Kuasai Ekonomi Digital Hingga Rp1.908 T di Tahun 2030 

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:16 WIB
Pandemi Covid-19 menjadi momentum akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, lebih 197 juta penduduk memiliki akses internet
Pandemi Covid-19 menjadi momentum akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, lebih 197 juta penduduk memiliki akses internet

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Pandemi Covid-19 menjadi momentum akselerasi transformasi ekonomi digital di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, lebih 197 juta penduduk memiliki akses internet. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi  optimis, pertumbuhan ekonomi digital  akan terus tumbuh dan diperkirakan pada tahun 2030 niaga elektronik diprediksi menyumbang  33 persen atau sebesar Rp1.908 triliun.  

Mendag Lutfi dalam diskusi ekonomi virtual Gambir Trade Talk ke-3 bertema ‘Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia’, menyebutkan, diukur dari gross merchandise value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia jauh melebihi negara-negara lain di kawasan ASEAN. 

Pada 2020, ekonomi digital Indonesia berkontribusi sebesar empat persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada 2030 mendatang diyakini akan tumbuh setidaknya delapan kali lipat dan menjadi berkontribusi 18 persen terhadap PDB. 

“Niaga elektronik (E-commerce) diperkirakan akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp1.908 triliun atau sekitar 33 persen," kata Mendag dalam rilis yang dikeluarkan Kemendag, Selasa (12/10/2021). 

Sementara itu, kontribusi besar lainnya bagi ekonomi digital Indonesia akan bersumber dari business to business, termasuk rantai nilai dan logistik sebesar Rp763 triliun atau 13 persen, online travel Rp575 triliun atau 10 persen dan corporate services Rp529 triliun atau 9 persen. 

Untuk mewujudkan transformasi dan akselerasi ekonomi digital Indonesia, Mendag menyebutkan, pemerintah sedang mempersiapkan cetak biru yang berfokus pada tiga hal. 

Pertama, meningkatkan jumlah talenta digital baik di instansi pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi. 

Kedua, mengakselerasi investasi infrastruktur hingga pelosok Nusantara agar tidak ada kesenjangan digital. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Naik Tipis, Harga Emas Hari Ini Rp930.000 per Gram

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Siang Ini Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.200/US$

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:26 WIB

Ini Dia Kunci Keberhasilan Perbankan Masa Depan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:27 WIB

XL Axiata Terus Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini Penyebab Harga Gambir Jeblok di Sumbar

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:41 WIB
X