Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Milna Miana
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Skema perhitungan pajak baru mulai diterapkan 16 Oktober 2021 untuk kendaraan bermotor. Saat ini Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dihitung berdasarkan emisi kendaraan.

Dampaknya perhitungan harga jual mobil baru akan berubah. Ada yang mengalami penurunan karena konsumsi bahan bakar yang irit dan ramah lingkungan, ada juga yang mengalami peningkatan harga karena emisinya terbukti lebih tinggi.

Baca Juga: Wow! Tisu Bekas Air Mata Messi Dijual Setara 14 Mobil Alphard

Salah satu mobil yang mengalami penurunan harga paling tajam adalah Toyota Alphard. Alphard 3.5 Q A/T, dari semula Rp 1.990.450.000 turun Rp 446,9 juta menjadi Rp 1.543.550.000.

Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, Agen Pemegang Merek (APM) sudah mempersiapkan hal ini dari dua tahun lalu, karena aturan ini sudah diterbitkan dari Oktober 2019 lalu. Nantinya tentu ada tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor yang naik juga turun karena berbasis perhitungan emisi.

AlpBaca Juga: Setelah Mitsubishi dan Honda, Kini Giliran Toyota Tarik Alphard Cs

"Ada yang tarifnya naik kalau dia boros, ada juga untuk mobil yang hemat turun tarifnya," katanya dikutip dari CNBC Indonesia TV, Jumat (22/10/2021).

Menurut Jonkie nantinya pemilihan produk ada di tangan konsumen. Kalau membeli mobil yang irit BBM dan ramah lingkungan tentunya akan mendapatkan harga yang lebih murah, begitu juga sebaliknya.

Namun kondisinya saat ini terjadi overlapping aturan pemerintah. Dimana insentif terkait PPnBM ditanggung Pemerintah (DTP) berlanjut sampai akhir tahun, namun aturan pajak PPnBM berbasis karbon juga berlaku per 16 Oktober kemarin.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Intip 3 Kriteria Investasi Saham Syariah

Sabtu, 27 November 2021 | 03:17 WIB

Penyebab Harga Kontainer Mahal Versi Kemendag

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB
X