Faisal Basri Beberkan Kebocoran Ekspor Timah RI, Produksi Lebih Besar Tapi...

Milna Miana
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:40 WIB
Ekonom Senior Faisal Basri
Ekonom Senior Faisal Basri

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ekonom Senior Faisal Basri menilai, meski sudah dilarang, namun Indonesia masih kecolongan ekspor bijih nikel. Diketahui sejak 1 Januari 2020 lalu, pemerintah telah melarang ekspor bijih nikel.

Mirisnya, tidak hanya kecolongan ekspor bijih nikel, menurutnya, Indonesia juga kecolongan ekspor komoditas lain, seperti timah.

Baca Juga: Harga Timah di Pasar Fisik JFX Mencapai USD 39,800 per Metrik Ton, Ini Dampak Positif Bagi Negara

Dia mengatakan, selama ini ekspor timah ke Malaysia lebih besar dari produksinya. Dia menyebut, ekspor timah secara ilegal sudah bertahun-tahun terjadi.

"Contohnya timah, ekspor ke Malaysia itu lebih besar dari produksinya, kan tidak mungkin ekspor lebih besar dari produksi, given inventory, timah secara tradisional bertahun-tahun mengalir dari Indonesia secara ilegal," paparnya dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Pelaku Pencurian Uang Sopir di SPBU Bandar Buat Dihadiahi Timah Panas

Lebih lanjut dia mengatakan, kebocoran ekspor dari berbagai komoditas tambang Indonesia ini menandakan pemerintah gagal dalam menjaga tumpah darah Indonesia.

"Jadi kita gagal menjaga tumpah darah Indonesia karena perbatasan kita sedemikian luas. Oleh karena itu, kita ingin perkuat kemaritiman ini agar kita mampu menjaga kedaulatan kita, termasuk juga terkait dengan illegal fishing dengan leluasa oleh negara tetangga," tegasnya.

Sebelumnya, Faisal juga mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami kerugian yang besar di sektor pertambangan. Bukan kaleng-kaleng, jumlahnya pun menurutnya mencapai ratusan triliun rupiah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Intip 3 Kriteria Investasi Saham Syariah

Sabtu, 27 November 2021 | 03:17 WIB

Penyebab Harga Kontainer Mahal Versi Kemendag

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB
X