Pada Bulan Inklusi Keuangan, Bank Nagari Luncurkan MaRandang di Kota Padang

Heldi Satria
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:20 WIB
KREDIT MARANDANG – Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad, didampingi Wali Kota Padang Hendri Septa, menyerahkan secara simbolis kredit MaRandang kepada pedagang kaki lima di kawasan Pasar Raya Padang, Jumat (22/10). IST
KREDIT MARANDANG – Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad, didampingi Wali Kota Padang Hendri Septa, menyerahkan secara simbolis kredit MaRandang kepada pedagang kaki lima di kawasan Pasar Raya Padang, Jumat (22/10). IST

 

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Bank Nagari terus menunjukkan kepeduliannya untuk membangun perekonomian daerah. Salah satunya melalui program pinjaman super mikro Melawan Rentenir Daerah Ranah Minang (MaRandang).

Untuk Kota Padang, peluncuran MaRandang digelar pada Jumat (22/10) di kawasan kawasan Padang Theater Pasar Raya Padang. Secara simbolis, pedagang kaki lima di kawasan Pasar Raya Padang itu, menerima kredit tersebut melalui Bank Nagari Cabang Pasar Raya.

Baca Juga: Wakil Gubernur Sumbar Serahkan Paritrana Award kepada Bank Nagari  

Peluncuran program MaRandang tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad, Wali Kota Padang, Hendri Septa, Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri, Deputi BI Sumbar, Dadang Arif Kusuma, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree Algamar, serta unsur Forkompimko Padang.

Baca Juga: EMI Resmi Bergabung, PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2 sampai dengan 2025

Direktur Utama Bank Nagari M Irsyad mengatakan, Program KUR Super Mikro yaitu MaRandang (Melawan Rentenir di Ranah Minang) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu perekonomian usaha mikro dalam masa sulit akibat pandemi.

"Kita mendorong perekonomian, mendorong usaha mikro dengan program ini," kata Irsyad.

Irsyad menjelaskan, program ini tidak perlu agunan. Cukup usaha yang layak. Lama usaha juga bisa kurang dari enam bulan. Dalam setahun, Bank Nagari hanya membebankan bunga enam persen. Bahkan sampai akhir tahun 2021 pemerintah memberikan subsidi bunga tiga persen sehingga masyarakat hanya perlu membayar bunga tiga persen.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

Intip 3 Kriteria Investasi Saham Syariah

Sabtu, 27 November 2021 | 03:17 WIB

Penyebab Harga Kontainer Mahal Versi Kemendag

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB
X