China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Rahma Nurjana
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB
Ilustrasi bendera China. (Foto: AP)
Ilustrasi bendera China. (Foto: AP)

Hal senada juga dikatakan pengamat lain. Salah satu peluang yang bisa didapat oleh Indonesia dari adanya krisis energi ini adalah, adanya peningkatan harga komoditas dan peningkatan permintaan komoditas utama dari Indonesia.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengungkapkan, adanya permintaan komoditas utama di Indonesia yang melimpah, menjadi salah satu alasan perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari sekitar 3,5% sampai 3,9% menjadi 4% di tahun ini. Kendati demikian, keuntungan ini bisa saja hanya bisa dinikmati Indonesia hingga dua kuartal mendatang.

Di samping adanya krisis energi, di China juga mengalami pelemahan pada bisnis properti. Hal ini yang membuat ekonomi China hanya tumbuh 4,9% pada Kuartal III-2021.

Realisasi pertumbuhan ekonomi China pada Kuartal III-2021 tersebut yang mencapai 7,9% tersebut jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5% seperti yang diprediksi oleh analis.

Secara sektoral, pertumbuhan produksi industri melambat menjadi 3,1% pada bulan September lalu. Di sisi lain, ritel naik menjadi 4,4%. Untuk pengangguran perkotaan di level 4,9% pada bulan lalu.

Krisis properti yang dialami oleh raksasa Evergrande, disebut masih menjadi biang keladi dari perlambatan ini. Selain itu, krisis energi yang mulai membayangi juga memperlambat output industri.

Melihat fenomena pertumbuhan ekonomi China yang melambat itu, David mengkhawatirkan akan menjadi 'bom waktu' bagi perekonomian di Indonesia.

"Dampak perlambatan ekonomi di China ke Indonesia mungkin bisa saja terjadi. Properti melemah, ada krisis energi, dan mungkin perlambatan dari konsumsi," jelas David.

"Batu bara satu kuartal terakhir juga bukan main meningkat harganya, CPO, mineral-mineral, dan properti track down. Mungkin tahun depan sudah mulai melambat. Kita berharap bisa dikompensasi dari konsumsi dan investasi," kata David melanjutkan. (*)

 

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Ekspor Agrifood Peru ke Indonesia Naik 30 Persen

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:15 WIB

Porkosmi: Kosmetik Palsu Menjamur di Toko Daring

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:07 WIB

5 Ide Usaha Budidaya Hewan Bikin Tajir Melintir

Senin, 24 Januari 2022 | 17:05 WIB

Bisnis Ekspor Cecak Kering Tembus Pasar China

Senin, 24 Januari 2022 | 12:25 WIB

Duh! Harga Bitcoin Cs Ambruk Gegara Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 08:45 WIB
X