LPDB KUMKM Kucurkan Bantuan Modal Usaha Rp1 Miliar untuk BMT Jati Padang

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:55 WIB
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan dan Menengah (UMK) Sumbar yang diwakali Kabid pemberdayaan koperasi Dina febriyanti, SE,MSi, disela-sela kegiatan hari ini, Minggu (24/10/2021).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan dan Menengah (UMK) Sumbar yang diwakali Kabid pemberdayaan koperasi Dina febriyanti, SE,MSi, disela-sela kegiatan hari ini, Minggu (24/10/2021).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pandemi covid-19 memberikan sesuatu tantangan dan hikmah besar dalam membangkitkan kembali ekonomi bangsa. Dan saat ini pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 yang dilakukan oleh koperasi antara lain membantu masyarakat/anggota mendapatkan modal usaha untuk kembali bangkit dan memulai usaha.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan dan Menengah (UMK) Sumbar yang diwakali Kabid pemberdayaan koperasi Dina febriyanti, SE,MSi, disela-sela kegiatan hari ini, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Awal Tahun 2021, Pengajuan Modal Usaha Mendominasi di Padang

Dina katakan, dengan adanya tambahan modal pinjaman dari LPDB KUMKM utk KSPPS Jati diharapkan dapat dimanfaatkan utk usaha-usaha produktif anggota yang bergerak di aektor riil agar mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha.

"Bagi anggota koperasi yg menggunakan modal dari Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUMKM) untuk modal usaha agar disiplin dalam pengembaliannya," ajaknya.

Baca Juga: Kabar Baik, Penerima PKH Bisa Dapat Modal Usaha Rp3,5 Juta dari Kemensos

Dina juga berharap dengan adanya tambahan permodalan dari LPDB KUMKM, Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS ) Jati bisa meningkatkan pelayanan dan mensejahterakan anggota dan koperasinya sendiri.

Sementara itu staf keperesidenan RI Aji Airlangga di KSPPS BMT Jati, sampaikan agenda pemerintah dalam hal membangkitkan gairah ekonomi masyarakat saat ini, pertama meningkatkan pendapat, kedua mengurangi pembiayaan dan ketiga melakukan pembangunan wilayah.

"Saya salut dengan pengembangan yang dilakukan BMT Jati Kota Padang yang semakin maju. Namun kita mestu sadar bahwa keuangan syariah bertujuan pada 4 hal, keuangan komersial, keuangan sosial, indutri halal dan kesejahteraan komunitas," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB

XL Axiata Perluas Layanan di Sumatra

Selasa, 30 November 2021 | 15:49 WIB

Harga Cabai Hingga Kentang Turun Berjamaah di Padang

Selasa, 30 November 2021 | 10:30 WIB

JD.ID Jual Spark 7 Terbaru dari TECNO

Senin, 29 November 2021 | 17:00 WIB
X