Realisasi Insentif Usaha PEN Capai Rp60,31 Triliun Oktober 2021

Milna Miana
- Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Realisasi insentif usaha Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai 96% menunjukkan pemerintah mampu mengelola anggaran secara efektif dan berdampak positif bagi dunia usaha. Kebijakan keuangan negara dirancang fleksibel dan responsif, dengan tetap memperhatikan sisi akuntabilitas.

Program PEN mencatatkan capaian positif dalam realisasi insentif usaha yakni mencapai Rp60,31 triliun per 15 Oktober 2021, atau setara 96% dari pagu sebesari Rp62,83 triliun.

Baca Juga: Realisasi Penyaluran Dana PEN Tahap 2 Bank Nagari Rp800 Miliar Lebih

“Pembatasan kegiatan dan pandemi, kita ketahui, menimbulkan tekanan pada sosial ekonomi bagi masyarakat. Para pelaku usaha, banyak yang berkurang pendapatannya bahkan terpaksa mengalami kebangkrutan. Insentif usaha ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat khususnya di dunia usaha,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate dalam keterangan tertulisnya.

Lebih rinci Johnny menuturkan, insentif ini disalurkan pemerintah untuk membantu para pelaku usaha melonggarkan likuiditas usahanya di tengah pandemi COVID-19. Selain itu, hal ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi dunia usaha agar pulih lebih cepat.

Baca Juga: Realisasi PEN Sumbar Capai Rp3,37 T, Terbesar untuk Perlindungan Sosial

Dalam penyaluran anggaran dimaksud, pemerintah juga memberikan relaksasi dari sisi perpajakan untuk memberikan ruang bagi perusahaan menghadapi tantangan di tengah pandemi COVID-19.

Adapun, ragam insentif yang diberikan pemerintah berikut realisasinya antara lain adalah :
● pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), telah dimanfaatkan 81.890 pemberi kerja
insentif PPh final UMKM DTP, sudah digunakan 124.209 Usaha Mikro, Kecil, dan Menenangah (UMKM)
● pembebasan PPh Pasal 22 impor, telah dimanfaatkan 9.490 wajib pajak
● bea masuk DTP
● pengurangan angsuran PPh Pasal 2, dimanfaatkan 57.529 wajib pajak
● restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat, telah dimanfaatkan 2.419 wajib pajak
● penurunan tarif PPh badan diakses seluruh wajib pajak
● PPN atas sewa unit di mal ditanggung pemerintah

Guna mendorong konsumsi kelas menengah terdapat insentif lainnya, yakni pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobil) dan PPN DTP untuk rumah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB

XL Axiata Perluas Layanan di Sumatra

Selasa, 30 November 2021 | 15:49 WIB

Harga Cabai Hingga Kentang Turun Berjamaah di Padang

Selasa, 30 November 2021 | 10:30 WIB

JD.ID Jual Spark 7 Terbaru dari TECNO

Senin, 29 November 2021 | 17:00 WIB
X