Indonesia Usulkan Jalur Rempah jadi Budaya Warisan Dunia

- Senin, 25 Oktober 2021 | 15:31 WIB
Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Dr. Restu Gunawan saat acara Festival dan Muhibah Jalur Rempah di Hotel Truntum Padang.
Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Dr. Restu Gunawan saat acara Festival dan Muhibah Jalur Rempah di Hotel Truntum Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Dr. Restu Gunawan, M. Hum menyampaikan, Jalur Rempah pernah mengharumkan Nusantara dan menjadi pemain penting serta pemasok utama dalam perdagangan dunia.

"Sumbar memiliki daerah yang kaya dengan rempah-rempah, sehingga menjadi komoditas utama yang mampu mempengaruhi kondisi politik, ekonomi, maupun sosial budaya dalam skala global," ucap Restu saat acara Festival dan Muhibah Jalur Rempah di Hotel Truntum Padang.

Baca Juga: Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Ketersambungan budaya dalam lintas daerah di Indonesia, lanjut Restu, menjadi suatu esensi dari program Muhibah Budaya Jalur Rempat atas keberagaman pendukung budaya. Keberagaman budaya ini dipersatukan melalui kehangatan rempah-rempah untuk mengembangkan dan memperkuat ketahanan budaya dan diplomasi budaya, memaksimalkan pemanfaatan cagar budaya dan warisan budaya tak benda.

Jalur Rempah terbentuk dari lalu lintas yang padat dari Asia Timur, Timur Tengah, Eropa, dan sebaliknya. Jalur globalisasi Nusantara ini menjelma sebagai ruang silaturahmi antarmanusia lintas bangsa sekaligus sarana pertukaran dan pemahaman antarbudaya. Melampaui konteks ruang dan waktu, dipertemukan oleh laut, samudera, dan sungai,” ujar Restu.

Baca Juga: Dipercaya Tangkal Corona, Warga Padang Diajak Konsumsi Rempah-rempah

Pihaknya terus mendorong program prioritas Jalur Rempah tersebut sebagai upaya pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan.

"Saat ini Indonesia mengusulkan Jalur Rempah sebagai Jalur Budaya Warisan Dunia. Apalagi, UNESCO saat ini hanya mengakui Jalur Sutera dan Qhapaq Nan sebagai warisan dunia," harapnya.

Jalur Rempah merupakan program prioritas yang bertujuan untuk melihat kembali potensi lintasan jalur perdagangan rempah pada masa lampau. Selain itu, program tersebut juga untuk menghidupkan kembali jejak globalisasi dari perniagaan rempah masa lalu.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Indeks Dolar AS Melemah, Ini Penyebabnya

Sabtu, 27 November 2021 | 08:30 WIB

Intip 3 Kriteria Investasi Saham Syariah

Sabtu, 27 November 2021 | 03:17 WIB

Penyebab Harga Kontainer Mahal Versi Kemendag

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB
X