Penjual Gorengan di Solsel Keluhkan Kenaikan Harga Minyak Curah

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:46 WIB
Penjual Gorengan di Solsel (Jefli)
Penjual Gorengan di Solsel (Jefli)


HARIANHALUAN.COM - Penjual gorengan di kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng curah ataupun kemasan karena kenaikan ini berdampak pada biaya produksi.

Hal ini diungkapan seorang penjual Gorengan di Pekonina, Pauh Duo, Tika (32) didampingi suaminya Eko (36) saat ditemui harianhaluan.com, Kamis (28/10/2021).

"Sudah sekitar sebulan ini harga minyak goreng naik dipasaran dari harga biasanya Rp14 ribu/liter menjadi Rp18 ribu/liter"

"Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pemasukan dari hasil penjualan yang semakin minimal. Sementara harga gorengan tidak bisa dinaikkan juga," sebutnya.

Eko mengatakan dalam sehari membutuhkan sekitar 5 liter minyak goreng dan sekitar 5 kilogram tepung terigu sebagai bahan untuk membuat gorengan. Selain itu juga dibutuhkan bahan baku seperti tempe, tahu, pisang dan bakwan.

Terkait harga tepung, kata Eko tidak mengalami kenaikan dan berkisar diharga Rp8 ribu/kg.

"Kami hanya pedagang kecil yang menggantungkan perekonomian dari jualan gorengan ini tiap harinya dan harus menghidupi dua orang anak yang masih kecil-kecil. Tentunya berharap harga minyak bisa kembali turun sediakala," ujarnya.

Ia mengaku hanya menjual satu buah gorengan seharga Rp1 ribu, baik itu goreng pisang, goreng bakwan, tempe dan tahu. "Semoga saja harga minyak cepat stabil kembali," tuturnya.

Sementara Penjual kacang tojin (goreng) Yurliati (48) di Muara Labuh  juga mengaku kesulitan akibat kenaikan harga minyak goreng karena tidak bisa menekan biaya produksi sedangakan harga jual kacang tojin tidak mungkin dinaikkan.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Indeks Dolar AS Melemah, Ini Penyebabnya

Sabtu, 27 November 2021 | 08:30 WIB

Intip 3 Kriteria Investasi Saham Syariah

Sabtu, 27 November 2021 | 03:17 WIB

Penyebab Harga Kontainer Mahal Versi Kemendag

Kamis, 25 November 2021 | 08:53 WIB
X