Harga CPO Ambles Awal Pekan, Ternyata Ini Penyebabnya

Rahma Nurjana
- Minggu, 7 November 2021 | 11:15 WIB
Ilustrasi panen sawit
Ilustrasi panen sawit

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)tercatat drop nyaris 3% minggu ini. Ini disebabkan adanya tren penurunan harga minyak dunia yang juga ikut berdampak pada amblesnya harga CPO.

Mengutip CNBC Indonesia, Minggu (7/11/2021), pada Jumat (5/11/2021), harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatif Exchange ditutup di MYR 4.880/ton. Sebelumnya harga CPO sempat tembus MYR 5.000/ton.

Harga minyak mentah juga ambles lebih dari 2% minggu ini setelah AS berencana untuk melakukan segala cara guna menjaga harga bahan bakar tetap terjangkau. Salah satunya adalah dengan mengambil cadangan minyak strategisnya.

Harga minyak mentah dan CPO cenderung memiliki korelasi positif. Hal ini disebabkan karena CPO juga menjadi bahan baku pembuatan biodiesel yang menjadi pengganti bahan bakar fosil.

Di sisi lain, pasar juga mengantisipasi akan adanya potensi kenaikan stok CPO Malaysia di akhir Oktober lalu. Stok akhir bulan lalu diproyeksikan naik 3,4% ke level 1,81 juta ton berdasarkan poling yang dihimpun Reuters.

Produksi diperkirakan turun 0,69% ke level 1,69 juta ton seiring dengan berakhirnya puncak produksi musiman.

Bagaimanapun juga penurunan produksi yang terjadi masih lebih rendah dari tren historisnya. Beberapa hal yang mempengaruhi penurunan produksi antara lain kurangnya tenaga kerja, faktor usia tanaman akibat lambatnya aktivitas replanting dan penggunaan pupuk yang lebih rendah.

Meskipun produksi diperkirakan turun, tetapi penurunan ekspor yang tajam membuat stok naik. Ekspor minyak sawit Malaysia berpotensi turun 11,7% ke level 1,41 juta ton di bulan Oktober.

Penurunan ekspor terjadi seiring dengan pengiriman ke India dan Uni Eropa yang lebih rendah. Ivy Ng Kepala Penelitian Perkebunan di CGS-CIMB dalam laporannya menuturkan bahwa penurunan ekspor disebabkan salah satunya oleh kenaikan harga.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Kemenkeu Ramalkan Ekonomi 2022 Tumbuh 5,8 Persen

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:55 WIB

IIMS 2022 Kejar Target Transaksi Rp3 Triliun

Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:45 WIB

Pemula Wajib Tahu ! Jenis-Jenis Saham dan Contohnya

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB
X