Harga Emas Antam Malah Turun Saat Emas Dunia Naik, Ada Apa?

Rahma Nurjana
- Selasa, 9 November 2021 | 09:07 WIB
Ilustrasi emas antam (Foto: dok CNBC Indonesia)
Ilustrasi emas antam (Foto: dok CNBC Indonesia)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sudah 3 hari beruntun laju kenaikan harga emas dunia masih belum terhenti dan berada di level tertinggi dalam 2 bulan terakhir. Meski demikian, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) atau yang dikenal dengan emas Antam malah turun tipis pada perdagangan Selasa (9/10).

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas hari ini turun Rp 2.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 943.000/batang, secara persentase turun 0,21%.

Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (9/11/2021), PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut daftar lengkap harga emas batangan di situs logammulia.com.

Harga emas dunia kemarin menguat 0,41% ke US$ 1.824,26/troy ons yang merupakan level penutupanm tertinggi sejak 3 September lalu. Dalam 3 hari, total harga emas dunia menguat lebih dari 3%.

Meski demikian, harga emas Antam hari ini malah turun. Penyebabnya, nilai tukar rupiah yang menguat hingga 0,49% melawan dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan kemarin.
Ketika nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih murah. Alhasil, harga emas Antam hari ini tidak mengikuti kenaikan harga emas dunia.

Pergerakan harga emas dunia memang faktor yang menentukan harga emas Antam, tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi yakni nilai tukar rupiah serta supply-demand. Dua faktor tersebut membuat persentase kenaikan/penurunan emas Antam terkadang lebih besar/kecil ketimbang emas dunia, bahkan terkadang berlawan arah, seperti yang terjadi hari ini.

Meski demikian, harga emas Antam berpeluang kembali naik melihat harga emas dunia yang diperkirakan terus menanjak. Hasil survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan di pekan ini. Dari 18 analis di Wall Street yang disurvei, sebanyak 10 orang memprediksi emas akan naik di pekan ini, 2 analis turun dan sisanya netral.

Sementara survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar, dengan 326 partisipas menunjukkan 52% memberikan proyeksi emas akan kembali naik, 30% memprediksi turun dan sisanya netral.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Sosok Murat Ulker Orang Terkaya di Turki

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:58 WIB
X