Setelah Capai Posisi Tertinggi, Dolar AS Merosot pada Akhir Perdagangan

Rahma Nurjana
- Selasa, 9 November 2021 | 11:32 WIB
Ilustrasi dolar AS (Foto: forbes)
Ilustrasi dolar AS (Foto: forbes)

NEW YORK, HARIANHALUAN.COM - Dolar AS merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah mencapai level tertinggi 15-bulan pada akhir pekan lalu. Hal ini menyusul data pekerjaan AS yang kuat.

Dilansir dari suaramerdeka.com, Selasa (9/11/2021), pada pukul 15.21 waktu setempat (20.21 GMT), ada penurunan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, sebesar 0,19 persen menjadi 94,046, mengambil jeda setelah reli pada Jumat 5 November 2021.

Merosotnya dolar juga setelah investor mencerna laporan tersebut, melihat ke depan ke data inflasi dan memantau komentar pejabat Federal Reserve untuk petunjuk kebijakan suku bunga.

Pada Rabu 3 November 2021, the Fed berpegang teguh pada pandangannya bahwa inflasi tinggi saat ini diperkirakan bersifat sementara dan mengatakan akan mulai memangkas program pembelian obligasi besar-besaran bulan ini, tetapi menunggu lebih banyak pertumbuhan pekerjaan sebelum menaikkan suku bunga.

Kemudian pada Jumat (5/11/2021), data AS menunjukkan pekerjaan meningkat lebih besar dari yang diperkirakan pada Oktober karena hambatan dari lonjakan infeksi Covid-19 selama musim panas mereda, menunjukkan aktivitas ekonomi mendapatkan kembali momentum di awal kuartal keempat.

"Pasar mencerna informasi yang kami terima minggu lalu, baik dari pernyataan Fed dan juga dari laporan penggajian non-pertanian pada Jumat (5/11/2021), yang masih menunjukkan fakta bahwa Fed menghapus likuiditas dan diperkirakan akan menaikkan suku akhir tahun depan," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets.

Mata uangnya dolar Australia, yang dilihat sebagai proksi untuk selera risiko, menguat 0,28 persen pada Senin 8 November 2021.

Kemudian, dolar Selandia Baru naik 0,58 persen setelah Perdana Menteri Jacinda Arden mengumumkan bahwa tindakan penguncian kemungkinan akan dihapus pada akhir bulan.

Lalu, euro sedikit lebih tinggi, menguat 0,17 persen pada 1,1588 dolar AS.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

Intip 10 Saham yang Punya Dividen Besar

Selasa, 5 Juli 2022 | 22:36 WIB

Simak Penjelasan Mengenai Saham Preferen

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:53 WIB

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB
X