Kementan Siapkan Komoditas Durian untuk Pasar Global

Milna Miana
- Kamis, 11 November 2021 | 16:50 WIB
Mentan, Syahrul.
Mentan, Syahrul.

“Sektor komoditas buah tropis harus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Peningkatan insiden akibat cuaca ekstrem telah menghancurkan lahan-lahan di beberapa negara. Peningkatan temperatur juga berdampak pada penyebaran hama dan penyakit tanaman,” ungkapnya.

Selain itu, kemampuan untuk memahami preferensi pasar juga menjadi hal penting. Lindsay Gasik, Travel Blogger Durian mengungkapkan beberapa poin terkait kualifikasi durian di pasar global.

“Soal rasa durian tergantung dari selera setiap orang. Tetapi intinya orang-orang menginginkan durian yang segar, konsisten, dan tidak rusak. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara penyimpanan durian yang baik. Lalu, tren di Amerika Serikat adalah hidup berkelanjutan. Sehingga, pengemasan durian sebaiknya menggunakan bahan ramah lingkungan dan dapat terurai,” jelasnya.

Oleh karena itu, pengembangan durian terus dilakukan oleh Balitbangtan melalui Balitbu Tropika. Pembenihan durian dilakukan melalui perbanyakan klon, pertunasan, dan pencangkokan. Saat ini, terdapat pula metode baru yang dikembangkan untuk produksi secara luas yang disebut ‘dongkelan’ atau penggalian untuk benih ukuran besar.

Selain itu, pola penanaman durian di Indonesia telah memasuki periode transisi dari tradisional ke penanaman intensif dengan areal tanam lebih luas berkisar 10-100 hektare dengan menerapkan teknologi budi daya yang lebih maju.

Sementara itu, untuk aspek pemanenan, pascapanen, dan pemasaran masih terus dikembangkan, mengingat pemasaran yang dilakukan sejauh ini masih didominasi dengan cara penjualan langsung.

Sebelumnya, dalam rangka mengembangkan inovasi teknologi pertanian berkelanjutan untuk memasarkan durian dan buah tropis lainnya ke pasar global, Balitbangtan melalui Balitbu Tropika menggelar simposium internasional.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari FAO, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Beberapa topik yang dibahas mulai dari teknik budi daya, perubahan iklim pertanian, sumber daya genetik dan pemuliaan tanaman, teknologi pascapanen, penanganan hama dan tanaman, serta manajemen supply chain pertanian. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X