Survei ESET: Penipuan Belanja E-Commerce Paling Marak di Indonesia

- Jumat, 19 November 2021 | 17:20 WIB
Belanja Online (Foto: Shutterstock)
Belanja Online (Foto: Shutterstock)

Selain itu, lebih dari 85% responden di Indonesia mempercayai sepenuhnya langkah-langkah keamanan oleh pengecer online. 14% bahkan juga menunjukkan bahwa mereka akan terus berbelanja di pengecer online bahkan setelah pelanggaran data, terlepas dari status keamanan sesudahnya.

Sedangkan dari survei APAC secara keseluruhan, mereka yang menjadi korban penipuan belanja di e-commerce, 32% mengatakan itu melibatkan gadget seperti kamera, sementara 27% mengatakan terkait dengan pakaian. Yang lebih mengkhawatirkan, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 15% responden akan terus berbelanja dengan pengecer online yang sama meskipun mereka telah mengalami pelanggaran online, terlepas dari apakah perlindungan tambahan telah diterapkan.

Untuk melindungi diri dari penipuan, konsumen harus berhati-hati saat berbelanja di e-commerce. Untungnya, lebih dari 91% responden yang disurvei mengambil beberapa bentuk tindakan pencegahan saat berbelanja di e-commerce, dengan memeriksa ulasan produk/penjual menjadi metode paling populer untuk menilai legitimasi pengecer.

Saran ESET

Konsumen tidak boleh berpuas diri dan perlu berperan aktif dalam praktik keamanan siber yang sehat agar tetap terlindungi. Ada konsekuensi yang sangat buruk jika konsumen mengabaikan atau lalai yang dampaknya mungkin berimbas dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa tips penting yang perlu diingat ketika berbelanja di e-commerce:

1. Jangan mudah tergiur oleh harga murah, penjahat dunia maya sering menggunakan diskon besar untuk memikat korban. Selain itu, jangan mudah terbujuk untuk mengklik informasi promo tanpa mengetahui asal dan link yang dikirim.
2. Sebelum membeli biasakan untuk teliti membaca deskripsi, spesifikasi, dan ulasan pembeli untuk mengetahui lebih detil tentang barang yang dibeli dan reputasi penjualnya.
3. Hindari berdiskusi di luar fasilitas yang diberikan e-commerce, atau melakukan transaksi di luar platform atau mengirimkan dana secara langsung ke rekening penjual. Pihak e-commerce biasanya sering mewanti-wanti ini pada para penggunanya karena rentan terjadi penipuan. Pastikan setiap melakukan transaksi dilakukan melalui sistem pembayaran yang resmi.
4. Jangan menggunakan Wi-Fi publik saat melakukan pembelian. Penjahat siber dapat mengeksploitasi keamanan Wi-Fi publik yang tidak konsisten atau lemah untuk menyusup ke jaringan yang tidak aman untuk memantau lalu lintas korban dan mengarahkan mereka ke halaman login palsu. Ancaman lain ditimbulkan oleh serangan "evil twin", di mana pelaku membuat jaringan Wi-Fi berbahaya yang menggunakan nama yang mirip dengan jaringan publik untuk menipu korban agar menyediakan akses langsung ke perangkat dan data sensitif.
5. Gunakan antivirus yang terpercaya di setiap perangkat laptop/android. Khusus perangkat mobile gunakan yang dilengkapi fungsi Application Locking yang mendukung Biometric sehingga hanya pemilik yang dapat membuka applikasi ecommerce.
6. Aktifkan otentikasi multi-faktor (MFA) pada akun online terpenting Anda. MFA adalah metode otentikasi yang mengharuskan pengguna untuk menyediakan dua atau lebih faktor verifikasi untuk mendapatkan akses dan membantu menambahkan lapisan keamanan tambahan.
7. Manfaatkan portal cekrekening.id. Portal ini diresmikan oleh Kemkominfo yang berisi daftar rekening bank yang digunakan untuk tindakan penipuan. Pengguna bisa mengecek rekening bank penjual apakah sedang bermasalah atau tidak dengan menginput nomor rekening serta nama bank yang bersangkutan. Tidak hanya itu, pengguna juga bisa melaporkan rekening bank yang terindikasi melakukan penipuan dengan mengisi formulir dan melampirkan bukti. Bukti yang bisa dilampirkan seperti bukti transfer dan screenshot percakapan dengan seller. Laporan yang diberikan tentu sangat membantu dalam mencegah terjadinya tindak penipuan lain di kemudian hari. (*)

 

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Hari Ini 13 Mei 2022, IHSG Melorot ke 6.597

Jumat, 13 Mei 2022 | 22:08 WIB
X