Juara Tiga di Digital Technopreneur Fest, Cherry Lenggogeni Bikin Rendang Kampung Guci Naik Kelas

- Jumat, 19 November 2021 | 19:22 WIB
Ketua Umum HIPMI Sumatera Barat, Brian Putra Bastara berfoto dengan Cherry Lenggogeni, peserta Digital Tehcnopreneur dan Ihsan, pesert Socio Technopreneur Campus. Cherry berhasil menyabet juara tiga di ajang yng diikutinya.
Ketua Umum HIPMI Sumatera Barat, Brian Putra Bastara berfoto dengan Cherry Lenggogeni, peserta Digital Tehcnopreneur dan Ihsan, pesert Socio Technopreneur Campus. Cherry berhasil menyabet juara tiga di ajang yng diikutinya.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pengusaha muda asal Kabupaten Limapuluh Kota, Cherry Lenggogeni menyabet juara tiga di ajang Digital Technopreneur Fest (DTF) yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kementerian Perdagangan. Cherry membawa merek Rendang Kampung Guci dalam ajang yang menjadi gerbang pengusaha muda untuk mengembangkan usahanya.

Cherry berhasil menyabet juara tiga setelah menyisihkan ratusan pengusaha muda lainnya. Dia mampu meyakinkan penyelenggara kalau Rendang Kampung Guci yang dikelolanya pantas untuk menjadi juara.

“Alhamdulillah, berhasil juara tiga. Ini langkah baik bagi Rendang Kampung Guci untuk melangkah ke depan. Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak, hingga bisa meraih juara tiga pada ajang bergengsi ini,” terang Cherry usai menerima penghargaan sebagai juara di Kempinski, Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Usaha Rendang Kampung Guci berdiri pada tahun 1987. Menurut Cherry, pendirian usaha kuliner ini berawal dari gagasan untuk menjaga tradisi. Merandang adalah tradisi di Minangkabau. Randang atau rendang adalah makanan wajib di setiap hari perayaan atau acara-acara adat.

Baca Juga: Di Ajang Digital Technopreneur Fest, Dua Menteri Minta HIPMI Menjadi Pendorong Ekonomi Digital

Rendang yang diproduksi adalah rendang dengan protein sapi seperti rendang suwir, rendang daging, rendang paru kering, rendang paru basah dan rendang non-daging seperti rendang telur, rendang daun kayu dan rendang ubi. Selain rendang daging dan paru basah, produk rendang mereka sudah bersertifikat PIRT. Dapur mereka berada di Jorong Mungka Tengah, Kecamatan Mungka, kabupaten Limapuluh kota, Sumatera Barat. Di dapur ini, mereka merendang menggunakan tungku kayu bakar.

Di awal berdiri, pengelola kesulitan untuk memasarkan rendangnya. Selain karena belum dikenal, pasar juga belum terbuka secara luas. Namun, Cherry dan pengelola lainnya tak patah semangat. Mereka terus mencoba dan berinovasi agar Rendang Kampung Guci dikenal.

Usaha itu berbuah hasil. Pelan-pelan, Rendang Kampung Guci mulai dikenal dan diterima pasar. Orderan berdatangan dari beragam lokasi. Bahkan, kini rendang yang diolah secara tradisional itu sudah merambah pasar mancanegar. “Sekarang kami biasa mengirim rendang ke luar negeri dengan umur simpan sampai dua bulan,” terang Cherry.

Baca Juga: Brian Putra Bastara: Juara Tiga di Digital Technopreneur Fest, Cherry Lenggogeni Bikin Bangga HIPMI Sumbar

Sebagai pengusaha muda, Cherry benar-benar tahu bagaimana cara memanfaatkan digital untuk mengembangkan usahanya. “Inovasi-inovasi yang kami terapkan untuk memasarkan produk Rendang Kampung Guci ini berbasis digital. Pasar luas yang saat ini kami miliki berkat penerapan digitalisasi,” papar Cherry.

Halaman:

Editor: Muhammad Rayhan

Tags

Terkini

Sosok Murat Ulker Orang Terkaya di Turki

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:58 WIB
X