Satu Wanita Australia Gabung ISIS

- Minggu, 25 Januari 2015 | 19:04 WIB

Lebih banyak anak muda “yang terbujuk di Australia dengan daya tarik salah untuk berperan serta dalam perang saudara atas nama ISIL atau Daesh,” tambah dia, dengan menggunakan akronim grup itu. “Rakyat Australia hendaknya sadar bahwa ini merupakan ma­salah rik dan sedang ber­kem­bang,” katanya.

Canberra telah mengesahkan undang-undang yang meng­kri­minalisasi mereka yang mela­kukan perjalanan ke tempat-tempat konflik tanpa alasan baik, takut warganya akan menghadapi risiko ketika kembali menjadi radikal. Berdasarkan undang-undang baru, barangsiapa yang ke tempat-tempat yang akan dituju akan menghadapi hukuman 10 tahun penjara.

Pada Desember Senator Bran­dis menuding militan-mili­tan menggunakan petempur-petempur asing sebagai alat propaganda ketika ia mengung­kapkan 20 warga Australia terbu­nuh di Suriah dan Irak, tempat para militan IS menguasai kawa­san-kawasan luas. (h/ans)

Editor: Administrator

Terkini

China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:35 WIB

UMKM Sumbar Didorong Punya Nomor Induk Usaha

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Licin Nih

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Banjir Pasokan, Harga Jengkol Anjlok di Padang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Sektor Pertanian Sumbar Berikan Kontribusi PDRB 57%

Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X