Hakim Arab Bebaskan TKI yang Dituduh Bunuh Bayi Majikan

Administrator
- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:50 WIB

Menurut pemeriksaan me­dis, Mishari menderita pe­ningkatan enzim AST/ALT serta masalah jantung. Tidak ada pemeriksaan dokter dan rumah sakit, yang mem­per­lihatkan bayi itu meninggal karena keracunan.

Tidak puas dengan ke­putusan pengadilan, Ahmad Al-Boshal ayah bayi itu me­nga­takan pengadilan banding telah membatalkan putusan pengadilan, dan mengabulkan permintaan untuk membuka kembali kasus itu.

Kasus kemudian kembali disidangkan di pengadilan dengan hakim dan juri yang berbeda. Pengadilan juga me­manggil dokter dari semua rumah sakit, tempat Mishari pernah menjalani peme­riksaan sebelum kematiannya.

Para dokter itu akan mem­bentuk komite medis dan me­nentukan penyebab kematian Mishari. Satu tahun dan dela­pan bulan kemudian, penga­dilan memanggil Al-Boshal dan pekerja asal Indonesia.

Pengadilan kembali me­nyatakan bahwa BMI yang tak dise­but namanya itu tidak ber­salah, karena tidak ada laporan rumah sakit yang me­nyebut bahwa Mishari me­ninggal ka­rena keracunan. (h/vvn)

Editor: Administrator

Terkini

XL Axiata Perluas Layanan di Sumatra

Selasa, 30 November 2021 | 15:49 WIB

Harga Cabai Hingga Kentang Turun Berjamaah di Padang

Selasa, 30 November 2021 | 10:30 WIB

JD.ID Jual Spark 7 Terbaru dari TECNO

Senin, 29 November 2021 | 17:00 WIB

Harga Tomat Anjlok di Padang, Hanya Rp7.000 Per Kg

Senin, 29 November 2021 | 12:20 WIB

Omicron Bikin Saham-Saham Batu Bara Terkapar

Senin, 29 November 2021 | 09:58 WIB

Sektor Pertanian Serap 53% Angkatan Kerja di Sumbar

Minggu, 28 November 2021 | 11:15 WIB
X