Obama Akan Bunuh Para Pemimpin ISIS

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:50 WIB

“Koalisi kita sedang ofen­sif,” kata Obama seraya me­ngatakan ISIS kini sedang dalam posisi defensif dan akan segera kalah.

Obama mengatakan jika perlu AS akan membantu serangan lewat darat terhadap ISIS.

“Jika kita punya intelijen yang bergerak mengenai kum­pulan para pemimpin ISIS, dan sekutu-sekutu kita tidak punya kapasitas untuk memburu me­reka, maka saya siap untuk memerintahkan pasukan khu­sus kita untuk beraksi,” kata Obama. “Saya tak ingin membiar­kan teroris-teroris ini punya tempat aman untuk bersem­bunyi,” tutup Obama.

Tinggalkan Yaman

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis bergegas menutup kedutaan besar mereka di Yaman karena kekhawatiran keamanan di negara ini, se­dang­kan para staf diplomatik AS ramai-ramai menghan­curkan dokumen-dokumen rahasia dan meninggalkan ken­daraan di bandara.

Langkah bergegas ini terja­di setelah ribuan orang ber­demonstrasi menentang pe­ngambilalihan kekuasaan oleh milisi Syiah di negeri itu yang luas dikutuk masyarakat se­bagai kudeta.

Sudah lama menjadi garis depan AS melawan Alqaeda, Yaman di ambang jurang ke­kacauan sejak milisi Syiah berjuluk Huthis, menguasai ibu kota Sanaa September lalu, dan mencampakkan parlemen pekan lalu.

PBB telah menuntut pe­ngembalian kekuasaan Abed­rabbo Mansour Hadi duku­ngan Barat yang bulan lalu mengundurkan diri setelah dikenai tahanan rumah, na­mun upaya mencapai perda­maian menemui kegagalan.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Usai PPKM, Mal Butuh Waktu 3 Bulan untuk Pulih

Minggu, 25 Juli 2021 | 03:05 WIB

Bappebti Blokir 109 Situs Investasi Bodong

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:42 WIB
X