Harga Minyak Turun Gara-gara Stok AS Melimpah

- Jumat, 20 Februari 2015 | 19:55 WIB

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengi­riman April menetap di 60,21 dolar AS per barel, turun 32 sen dari sesi perdagangan sebe­lumnya.

WTI berjangka turun tajam di awal perdagangan, teng­gelam di bawah 50 dolar AS, tetapi menghapus sebagian besar kerugiannya setelah Departemen Energi (DoE) melaporkan persediaan mi­nyak mentah AS meningkat hampir delapan juta barel dalam pekan yang berakhir 13 Februari.

“Kami jelas melihat ini terjadi karena kami telah me­nga­lami penurunan (har­ga) besar kemarin, sehingga seba­gian dari itu sudah di­har­gakan di pasar dan sekarang berusaha untuk menemukan nilai wa­jar,” kata Carl Larry dari Frost & Sullivan.

Meskipun persediaan mi­nyak mentah berada di tingkat tertinggi pada catatan, dan kenaikan ini lebih besar dari perkiraan para analis, kenai­kan itu hanya setengah dari jumlah yang diumumkan Rabu oleh American Petro­leum Institute dalam laporan ming­guannya.

Laporan DoE ditunda seha­ri menjadi Kamis karena libur publik pada Senin.

Harga minyak mentah te­lah kehilangan sekitar 50 persen sejak Juni karena kele­bihan pasokan di pasar dunia, ekonomi global yang lemah dan dolar yang kuat.

Dan sementara harga telah meningkat dari posisi terendah mereka dalam beberapa pekan terakhir di tengah berita bahwa jumlah rig minyak AS dalam operasi telah jatuh, serta raksa­sa energi memotong

kembali investasi mereka, pengamat pasar mengatakan fluktuasi kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:52 WIB

90 Koperasi di Sumbar Ajukan Konversi ke Syariah

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:15 WIB

China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB
X