Thailand Ajukan Tuntutan Hukum Terhadap Yingluck

- Jumat, 20 Februari 2015 | 19:58 WIB

Yingluck dipaksa turun dari jabatannya pada Mei tahun lalu karena masalah hukum terpisah, beberapa hari sebelum pemerintahannya digulingkan melalui kudeta militer.

Kudeta itu mengakhiri unjuk rasa berbulan-bulan yang diorganisasi oleh para pendukung pihak yang menentang kebijakan-kebijakan populis pemerintahannya, termasuk subsidi beras.

Yingluck tidak diwajibkan hadir pada Kamis namun harus siap melapor ke pengadilan jika kasus itu diteruskan, kata pengacaranya, Norawit Laleng.

Pemerintah telah menolak permintaan izin yang diajukan Yingluck untuk bepergian ke Hong Kong bulan ini guna memastikan ia tetap berada di Thailand untuk menghadapi tuntutan.

Jaksa penuntut menyerahkan 20 kotak dokumen yang berkaitan dengan kasus itu di pengadilan, kata Kosonwat Inthujanyong, wakil juru bicara Kejaksaan Agung, kepada para wartawan.

Yingluck adalah adik mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, hartawan telekomunikasi, yang mengguncang sistem politik dengan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan warga-warga miskin pedesaan ketika ia menjabat perdana menteri untuk pertama kalinya.(h/ans)

Editor: Administrator

Terkini

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB

Hari Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.100/US$

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Harga Emas Antam Naik Seribu, Jadi Rp915.000/Gram

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Sumbar Lakukan Diversifikasi Produk Makanan Ringan IKM

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:59 WIB

Terpopuler

X