Rusia Tawarkan Iran Rudal Teknologi Tinggi

- Selasa, 24 Februari 2015 | 19:37 WIB

“Kini, kami menawarkan lagi Antey 2500 kepada Iran, dan Tehran sedang memper­timbangkan proposal kami,” ujar Chemazov seperti dikutip kantor berita RIA-Novo­s­ti dan dikutip ITAR-Tass.

Penawaran ini melangar resolusi PBB tahun 2010, yang melarang memasok, menjual, atau mentransfer sistem rudal teknologi canggih ke Iran. Rusia juga terkena sanksi Barat untuk tidak berdagang, sehu­bungan ulahnya mencaplok Semenanjung Krim.

Saat berkunjung ke Tehran bulan lalu, menteri pertahanan Rusia menandatangani kerja sama militer sebagai respon atas apa yang mereka sebut gangguan AS.

Kejatuhan harga minyak dunia, dan sanksi-sanksi yang diterapkan Barat, membuat Rusia harus berpikir keras mencari cara mendapatkan uang untuk membiayai mi­liternya.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan terpaksa memotong angg­aran­di semua sektor penge­luarkan sampai sepuluh persen, ke­cuali untuk pertahanan.

Namun Chemezov mengatakan pemotongan itu bisa mempengaruhi militer. “Bukan tidak mungkin ang­garan militer juga menyusut sepuluh persen, karena kepu­tusan belum dibuat,” ujar Chemezov.

Chemezov adalah sekutu Presiden Vladimir Putin. Ia diharapkan mampu menjual sebanyak mungkin senjata Ru­sia, untuk mengatasi sanksi ekonomi Barat.

“Sanksi membuat kami ter­pacu untuk memproduksi sendiri apa pun yang kami butuhkan,” ujar Chemezov. “Kami berencana mengganti semua produk impor dengan produksi dalam negeri.”

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perlu Tahu! 3 Mobil yang Kurang Laku di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 | 08:35 WIB

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X