Hakim Agung AS Bela Calon Karyawati Berhijab

- Kamis, 26 Februari 2015 | 19:14 WIB

Kasus ini ber­awal dari Samantha Elauf, remaja yang waktu itu berusia 17 tahun ditolak menjadi pegawai di toko pakaian ka­rena menge­nakan hijab. Padahal oleh perekrutnya, Sa­man­tha dite­rima, namun su­pervisor di toko pakaian itu menolaknya. Ala­san­n­ya, kare­na kebijaksanaan pakaian para karyawan Aber­crombie, me­nyebutkan para pelamar tidak boleh menge­nakan tutup ke­pala atau topi.

Samantha menggugat kasus itu ke pengadilan dan dime­nangkan dengan ganti untung sebesar US$20 ribu. Namun di pengadilan banding di Denver, Samantha kalah karena tidak mengungkapkan agamanya, atau tidak me­nanyakan apakah boleh me­ngenakan hijab. Ka­sus itu pun sampai ke Mah­kamah Agung, dan mengun­dang perdebatan sengit selama satu jam. “Apa­kah mereka harus me­ngaku bahwa cara berpakaiannya sesuai agama?” tanya Hakim Samuel A Alito Jr dan Ruth Bader Ginsburg. Menghadapi pertanyaan ber­tubi-tubi itu, pihak pengacara Aber­crombie & Fitch tak ber­kutik. Di AS, seluruh peru­sahaan dilarang menanyakan agama, ras atau negara asal, pada calon karyawannya. Ka­sus ini akhirnya ditunda hingga akhir Juni mendatang. (h/inl)

Editor: Administrator

Terkini

Ini 8 Cara Mengatasi Masalah Keuangan

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Naik sampai 3%

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:38 WIB
X