Putin ‘Menghilang’, Rumor Beredar

- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:29 WIB

Namun Perdana Menteri Dmitri Medvedev saat itu, membantah Putin mengalami masalah punggung. Sampai akhirnya, tak lama kemudian Putin kembali menampakkan dirinya. Berbagai rumor yang sempat beredar ketika itu pun lenyap begitu saja. Kali ini, spekulasi mengenai sakitnya Putin juga merebak setelah kunjungan Putin ke luar negeri dibatalkan.

Adalah sumber pemerintahan Kazakhstan yang mengatakan, lawatan Putin ke Astana, ibukota Kazakhstan pekan ini dibatalkan karena Putin jatuh sakit. Hal ini memicu spekulasi yang merebak luas di media sosial, bahwa sesuatu telah terjadi pada pemimpin Rusia berumur 62 tahun itu. Namun juru bicara Putin, Dmitry Peskov pada Kamis, 12 Maret mengatakan bahwa Putin dalam kondisi sehat. “Dia melakukan pertemuan sepanjang waktu,” tutur Peskov saat dihubungi via telepon oleh Reuters.

Rumor

Spekulasi bernada serius maupun nyeleneh mengenai ‘menghilangnya’ Presiden Rusia Vladimir Putin, beredar luas di dunia maya.  Selain rumor bahwa Putin meninggal, banyak pula yang menyebut Putin sakit keras. Ada pula yang menyebut Putin tengah dalam masa pemulihan usai operasi plastik yang dijalaninya. Bahkan ada pula yang nyeleneh dengan menyebut Putin bergabung dengan kelompok militan ISIS.

Sejumlah pakar menganalisa munculnya berbagai rumor mengenai Putin tersebut. Seperti dilansir Vox.com, Jumat (13/3/2015), ramainya kabar burung tersebut sebenarnya, menunjukkan kegelisahan warga Rusia atas apa yang akan terjadi jika Putin benar-benar sakit parah atau bahkan meninggal.

Ini dikarenakan selama ini, kekuasaan sangat terpusat pada dirinya semata. Akibatnya, tak ada rencana penunjang jika dia tiba-tiba tak mampu lagi memerintah. Sistem pemerintahan yang bergantung pada kesehatan satu orang seperti ini, tentu saja sangat rapuh, dan kerapuhan atau kelemahan itu merupakan hal yang menakutkan.

Periset di University of Pittsburgh, Sean Guillory mengatakan, rumor-rumor tersebut “bicara banyak” soal ketakutan dan kesenangan banyak orang di waktu yang bersamaan. “Sebagian warga Rusia mungkin ingin Putin pergi — tapi takut akan apa yang terjadi jika dia benar pergi,” tutur Guillory. Analis lainnya, Hannah Thoburn dari The Brookings Institution, sependapat dengan hal itu. Menurutnya, ramainya rumor tersebut terkait dengan masalah yang mungkin timbul akibat hanya memiliki satu figur sentral saja.

Dia pun mencontohkan, bahwa jika Presiden Amerika Serikat dan Kanselir Jerman mendadak jatuh sakit atau meninggal, akan ada cara-cara lain untuk suksesi. Bahkan instrumen pemerintah lainnya bisa mengisi kekosongan jabatan tersebut sebelum ada penggantinya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini 8 Cara Mengatasi Masalah Keuangan

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Naik sampai 3%

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:38 WIB
X